Breaking News

Zona Merah dan Lampu Merah

Zona Merah dan Lampu Merah
Lampu Merah

KETIKA seorang pengandara berada pada posisi lampu merah, bersiap siap menunggu lampu
kuning. Saat lampu hijau sudah bisa jalan. Semuanya tak mau berlama berada di posisi lampu merah.

Namun, ada yang ngomel ketika lampu merah sedikit lama. Semua itu adalah aturan lalulintas dengan harapan tidak terjadi kecelakaan. Pasti akan saling tabrak, bila pengatur lalulintas itu tidak dipatuhi.

Sekarang sedang viralnya daerah zona merah covid 19 di Aceh. Tentunya, antara zona merah tidak sama dengan kondisi lampu merah, pengatur lalulintas. Walau keduanya disebut merah.

Beda lainnya, kalau pengatur lalulintas ada tiga lampu yaitu, merah, kuning, dan hijau. Zona covid 19 hanya ada dua yaitu zona merah dan hijau. Maunya ada zona kuning ?

Saat ini, sembilan dari 23 kabupaten/kota di Provinsi Aceh, ditetapkan sebagai zona merah terpapar Covid-19. Sesuai dengan Surat Edaran yang dikeluarkan Gubernur Aceh pada 02 Juni 2020 lalu.

Sembilan daerah sebagai zona merah yakni Kota Banda Aceh, Kota Lhokseumawe, Kabupaten Pidie, Simeulue, Aceh Barat Daya, Aceh Tamiang, Bener Meriah, Gayo Lues, dan Aceh Utara.

Surat edaran nomor :440/7810 itu ditujukan Gubernur Aceh kepada seluruh Bupati/Walikota se- Aceh tentang penerapan masyarakat produktif dan aman Corona Virus Disase 2019 (Covid-19) Zona Merah dan Zona Hijau di Aceh.

Gubernur Aceh dalam surat edaran tersebut meminta pemerintah kabupaten / kota yang wilayahnya ditetapkan sebagai zona merah mematuhi segala aturan. Tentu kondisinya tidak sama dengan zona hijau.

Penetapan zona merah kini menjadi tanda tanya, terutama bagi yang daerahnya ditetapkan zona merah, oleh pemerintah pusat, kemudian dikuatkan lagi dengan surat edaran gubernur.

Bagi mereka yang daerahnya ditetapkan sebagai zona merah, tentu timbul sejumlah pertanyaan. Dasar apa daerahnya statusnya merah.

Bukan mereka tidak terima dengan status zona merah. Dasarnya apa, kriterianya bagaimana. Sementara perkembangan covid terus rendah dan tidak ada kasus sama sekali, dalam beberapa minggu tetakhir.

Atas dasar itulah, sejumlah daerah protes, mereka tidak terima dengan status merah. Surat protes secara resmi pun dilayangkan sejumlah daerah.

Sebut saja surat protes itu berasal dari Kabupaten Simelue, Abdya, dan Kota Banda Aceh, yang daerah mereka masuk kategori merah.

Anehnya lagi, tidak ada yang mampu menjelaskan di Provinsi Aceh, tentang kriteria ditetapkan sebagai zona merah.

Misalnya, Kadis Kesehatan Aceh, ketika melakukan kunjungan kerja ke Aceh Tamiang. Saat bupati setempat meminta untuk menjelaskan ke masyarakat di sana, juga mengaku tak tau kreterianya apa.?.

Penanggungjawab tentang kesehatan masyarakat di Aceh itu, juga sedikit buang badan atau memang benar tidak mengetahuinya.

Ia mengakui itu merupakan ketetapan tim covid 19 pusat. " Kita ngak usah persoalkan merah atau hijau, terpenting semua tetap mematuhi protokol kesehatan," harapnya.

Zona merah dan hijau, tentunya beda, bagaimana tidak dipermasalahkan oleh 9 daerah. Karena itu, perlu adanya pengetahuan dan komunikasi yang baik oleh para pengambil keputusan, terutama pembantu gubernur (SKPA). Kalau komunikasinya salah, tentu imbasnya ke pimpinan lebih atas.

Menyikapi keluhan kepala daerah yang statusnya merah, pemerintah Aceh, lewat Karo Humasnya menyampaikan, pekan depan akan diumumkan kembali tentang statusnya.

Kabarnya, akan ada empat warna nantinya. Zona akan dibagi empat warna meliputi hijau, kuning, oranye, dan merah.

Kegelisahan daerah akan terjawab. Tidak ada lagi yang tidak bisa menjelaskan tentang status daerah. Tentu akan lengkap dengan kriterianya. Zona merah covid, tentu beda dengan lampu merah. Semoga cepat hilang bagi zona merah, dengan usaha dan doa kita semua..| tarmilin usman |

Sponsored:
Loading...
Loading...