Breaking News

Bank Aceh

YLBH-AKA Sesali Satpol PP Aceh Jaya Polisikan Warga

YLBH-AKA Sesali Satpol PP Aceh Jaya Polisikan Warga

Calang, BERITAMERDEKA.net- YLBH-AKA (yayasan lembaga bantuan hukum advokasi dan keadilan aceh) distrik aceh jaya menyayangkan sikap Satpol PP Aceh Jaya yang mempolisikan warganya hanya karena miskomunikasi.

Ketua YLBH-AKA melalui direktur eksekutif Rahmat Fuadi menyampaikan pihaknya sangat sangat mengapresiasi niat Satpol-PP Aceh Jaya dalam menertibkan hewan peliharaan yang berkeliaran pada tempat
yang tidak semestinya.

Namun dalam pelaksanaan ini jangan hanya beku untuk melihat aspek peraturan daerah, ketertiban dan kenyamanan saja tapi juga melihat aspek moral kehewanan itu sendiri.

"Kita mengerti penertiban ini bertujuan agar berdampak positif bagi kita bersama, baik bagi pengguna jalan umum, lingkungan gedung pemerintah, kebun masyarakat atau lingkungan umum", kata Rahmad Fuadi, Jum'at 13/11/2020.

Ia mengatakan, menjalankan tugas dan penerapan di lapangan juga tak semudah dengan bicara, bisa saja terjadi hal diluar dugaan/yang tak diinginkan, entah miskomunikasi, perdebatan, perusakan bahkan bisa sampai ke perkelahian.

Hal itu seperti sebuah rekaman yang beredar luas di masyarakat yang berdurasi 30 detik tentang diskusi antara satu warga dengan petugas Satpol-PP Aceh Jaya disaat petugas hendak menertibkan ternak yang meresahkan warga.

" diskusi dalam video tersebut membuat kami tertawa terbahak-bahak dan tak bosan-bosan untuk mengulanginya secara terus menerus sambil tertawa," Canda Rahmad Fuadi.

Namun, kata Rahmad Fuadi, 10 menit kemudian kami terkejut ternyata permasalahan video yang membuat tertawa tersebut sudah dibawa keranah hukum dengan bukti surat tanda terima laporan (STTP) dari Kepolisian Resor Aceh Jaya yang sudah ditanda tangani oleh pihak kepolisian pada tanggal 11 november 2020.

Menurutnya jika kita merujuk pada isi uraian kejadian sesuai dengan isi sttp bahwa pelaku telah melakukan perlawanan terhadap petugas, mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas dan ingin melakukan pemukulan terhadap pelapor. dan dijerat dengan satu pasal yaitu dengan tindak pidana Uu nomor 1 tahun 1946 tentang KUHP pasal 221 jo 335.

" memang perlindungan hukum itu menjadi hak bagi seluruh rakyat indonesia tapi pelaporan seperti ini kami melihatnya berlebihan, kan Satpol-PP bekerja atas nama instansi yang harus bekerja sebagai penegak perda yang tangguh tapi yang kita lihat sekarang apa, ada percecokan dan miskomunikasi sedikit sudah main lapor," Urainya.

Dijelaskan, laporan seperti ini sangat berkesan dipaksakan apalagi dilakukan oleh anggota/instansi terhadap masyarakat biasa itupun jenis kesalahannya belum semua/tentu fatal.

"Jika memang hal ini termasuk hal yang tidak bisa ditolerir kami malah merasa sebaliknya, namun kami merasa hal ini hanya miskomunikasi biasa, jikapun dipaksakan masuk dalam ranah pidana kami merasa lebih tepat masuk dalam tindak pidana ringan (tipiring) yang mana masih termasuk 18 belas perkara yang bisa diselesaikan oleh aparatur Desa," terangnya.

Dan dalam hal ini, YLBH-AKA Aceh Jaya menyarakan agar masalah ini dapat diselesaikan secara kemanusiaan, beradab dan keacehan seperti pepatah orang tua kita dahulu "masalah rayeuk tapeu ubit, masalah ubit tapeu gadoeh" yang berati "masalah besar kita kecilkan, masalah kecil kita hilangkan".

Terakhir, meskipun pihaknya berbeda pandangan dengan apa yang telah terjadi, YLBH-AKA tetap mengapresiasi niat kinerja Satpol-PP dalam menertibkan ternak yang berkeliaran tidak pada tempatnya.

" Kami juga mengimbau kepada masyarakat yang memiliki hewan ternak agar selalu mengawasi hewan ternaknya hingga tidak menganggu/masuk dalam perkarangan/wilayah yang dilarang. ini semua demi kenyamanan dan ketentraman kita bersama," Imbuh Rahmad Fuadi. |musliadi|

Sponsored:
Loading...