Breaking News

Soal Nikah Siri

YARA Lapor Oknum ASN Dokter Aceh Jaya ke KASN

YARA Lapor Oknum ASN Dokter Aceh Jaya ke KASN

Jakarta, BERITAMERDEKA.net- Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Jakarta, Suhaimi, SH, melaporkan Aparatur Sipil Negara/ Pegawai Negeri Sipil yang bertugas di Kabupaten Aceh Jaya di duga telah melakukan pelanggaran terhadap Peraturan Pemerintah Nomor 45 tahun 1990 tentang Izin Perkawinan dan Perceraian bagi Pegawai Negeri Sipil.

Dimana dalam pemberitaan berbagai media di Aceh pada 22/10/2020 dalam keterangan yang di berikan oleh Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Aceh Jaya, Ernani Wijaya bahwa seorang dokter yang digerebek oleh warga bersama sorang pria CR (33) didalam rumahnya telah menikah siri dengan pria tersebut.

Namun saat digerebek keduanya tidak bisa menunjukkan buku nikah yang kemudian di serahkan kepada Satuan Polisi Pamong Praja/ Wilayatul Hisbah untuk diproses sesuai dengan Qanun Jinayah. Jakarta, Kamis (26/11/2020).

Suhaimi perwakilan YARA Jakarta sekaligus Sekjen Jaringan Advokasi Rakyat Indonesia (JARI) melalui pesan rilis mengatakan pihak melaporkan seorang ASN di Aceh Jaya berdasarkan informasi yang tersiar di berbagai media di Aceh bahwa ada satu ASN yang di duga melakukan pelanggaran disiplin dan kode etik yang di atur dalam PP 45/1990,

" kami laporkan atas dugaan melakukan pelanggaran disiplin dan kode etik yang diatur dalam PP 45/1990 tentang telah menikah siri sebagaimana disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Setempat dan meyakini akan kebenaran ini", ungkap Suhaimi yang juga Sekjen Jaringan Advokasi Rakyat Indonesia (JARI).

Dari penelusuran informasi yang dihimpun oleh YARA bahwa CR adalah pria yang telah mampunyai isteri dan jika dikaitkan dengan keterangan dari Kepala Dinas Kesehatan Aceh Jaya bahwa  bahwa PNS YM (33) dan CR telah menikah siri, yang berarti YM telah menjadi isteri kedua dari CR.

Menurutnya ini bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 45 tahun 1990 dalam pasal 4 ayat (2) yang menyebutkan “Pegawai Negeri Sipil (PNS) wanita tidak diizinkan untuk menjadi isteri kedua/ketiga/keempat”, dan dalam pasal 15 ayat (2) diatur sanksi bagi yang melanggar yaitu “PNS Wanita yang melanggar ketentuan pasal 4 ayat (2), dijatuhi hukuman disiplin pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS.

"Dalam PP 44/1990 di atur bahwa PNS Wanita tidak boleh menjadi isteri kedua/ketiga/keempat, dan jika melanggar maka bisa di berhentikan dengan tidak hormat dari PNS", kata Suhaimi yang saat pelaporan di dampingi oleh Basri, pelaporan di KASN di terima oleh Asisten Komisioner, Doni dan Latif.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Aceh Jaya, Ernani Wijaya mengungkapkan terkait oknum ASN dibawah jajarannya telah
memberikan teguran secara lisan dan tulisan sesuai dengan PP 53 ke yang bersangkutan.

Dan untuk saat ini oknum tersebut telah kita pindahkan ke Puskemas lain di Aceh Jaya. Dan perihal tersebut, Dinkes tidak berorientasi ke PP 45 karena berdasarkan surat nikah yang diberikan kepada pihaknya yang bersangkutan telah menikah pada saat sebelum menjadi ASN.

" Kami tidak keberatan bila pihak YARA melaporkan ke KASN, kami akan menunggu hasil laporan dari pihak KASN karena biasanya komite akan memberitahukan secara tertulis ke Instansi terkait untuk di tanggapi," Cetus Ernani Wijaya. |musliadi|

Sponsored:
Loading...
Sponsored:
Loading...