Breaking News

Warga Tolak Galian C Di Krueng Beuracan

Warga Tolak Galian C Di Krueng BeuracanFOTO: Istimewa
Satu unik truk dan sejumlah pekerja sedang mengeruk batu kerikil di sungai Beuracan

Meureudu, BERITAMERDEKA.net - Sejumlah warga dan tokoh masyarakat di Beuracan, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya menolak aktivitas pengambilan galian C di sepanjang Sungai (Krueng) Beuracan.

Mereka menyesalkan pemberian izin, karena merusakan lingkungan di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS), dan berakibat mengurangi debit air yang berdampak terjadinya kekurangan air untuk lahan pertanian sawah.

Sejumlah tokoh masyarakat mengatakan, mereka (terdiri atas kepala desa dan perangkat desa) sudah melakukan aksi protes menolak pemberian izin galian C di Krueng Beuracan.

Pihaknya mendesak pemerintah tidak memberikan izin galian C kepada siapapun. “Pemberian izin galian C di kawasan Krueng Beuracan menyebabkan infrastruktur seperti irigasi, jembatan gantung, kebun dan jalan di sepanjang DAS rusak, “kata Kepala Mukim Beuracan, Tgk Syamsuddin, kemarin. 

Disebutkan, keberadaan Irigasi Beuracan yang mampu mengairi 800 hektare sawah di dua kecamatan, Meureudu dan Trienggadeng akan terancam bila aktivitas galian C dilakukan.

Selain itu, Jembatan gantung Lampoh Lada yang kini rampung dibangun kembali  pasca ambruk diterjang banjir 2013 akibat galian C, terancam ambruk kembali bila aktivitas galian C tidak dihentikan. 

Dampak lain ditimbulkan akibat padatnya volume pengangkutan galian C, menyebabkan lalulintas di sepanjang jalan kemukiman Beuracan terganggu tumpahnya pasir dan batu (sirtu). Lalu lalang truk pengakut material melebihi tonaze juga menyebabkan kerusakan jalan.

Wakil Bupati Pidie Jaya, H Said Mulyadi kepada wartawan mengatakan, belum pernah memberikan izin kepada siapapun untuk mengambil material galian C di DAS Krueng Beuracan.

“Itu karena infrastruktur di sepanjang DAS lebih penting bagi masyarakat daripada usaha galian,“ kata Wabup.

Akses Kemukiman Beuracan sangat penting untuk Pidie Jaya, karena ribuan hektar lahan sawah selama ini dialiri sungai itu. Begitu juga jembatan gantung Desa Lampoh Lada merupakan urat nadi sarana perhubungan masyarakat.| Rusli Ismail

Sponsored:
Loading...
Loading...