Breaking News

Warga Mengeluh, Fasilitas Umum Digunakan untuk Bengkel Sepmor

Warga Mengeluh, Fasilitas Umum Digunakan untuk Bengkel Sepmor

Langsa, BERITAMERDEKA.net -
Sejumlah warga mengeluhkan kondisi gang di sepanjang pertokoan jalan Iskandar Muda, pusat Kota Langsa, Gampong Peukan Langsa, Kecamatan Langsa kota, Kota Langsa.

Pasalnya, fasilitas publik tersebut digunakan untuk kegiatan bengkel sepeda motor dan kegiatan lainnya.

"Gang tersebut seharusnya tidak boleh digunakan untuk kegiatan tersebut. Itu adalah fasilitas publik untuk pejalan kaki dan jalur evakuasi kebakaran," tukas Nasruddin, ketua FPRM Kota Langsa, Rabu (02/12/2020).

Menurutnya, gang pembatas antara pertokoan tersebut harus bebas, karena sewaktu waktu apabila ada musibah seperti kebakaran di daerah tersebut damkar dapat melintas tanpa hambatan.

Demikian halnya dengan hak pejalan kaki, karena tempat tersebut sudah digunakan untuk bengkel dan usaha lainnya, maka warga tidak dapat melintas di gang tersebut.

"Diminta kepada Sat Pol PP untuk menertibkan kegiatan tersebut karena gang di sela pertokoan merupakan fasilitas publik," kata Naruddin.

Mengenai carut marutnya, bengkel yang dibuka oleh pemilik toko penjual onderdil sepmor tersebut merupakan pelanggaran, sebut Narruddin lagi.

Sementara itu, salah seorang pemilik toko onderdil sepmor "Prima" tak ingin disebut namanya, mengatakan mereka telah mendapatkan izin, namun tidak mau menyebutkan izin dari pihak mana.

Saifuddin

Geuchik Gampong pekan Langsa, Syaifuddin mengatakan, pihaknya tidak pernah memberikan izin atau rekomendasi apapun terhadap aktifitas di tanah Pemerintah tersebut.

"Kami dulu pernah turun dengan pak wali, ngak bisa ditertibkan payah kali," tukas Saifuddin.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Camat Langsa Kota, Heri Setiawan.
Menurutnya, tidak pernah mengeluarkan rekomendasi atau izin pengunaan tanah milik pemerintah kepada para pemilik toko untuk digunakan sebagai bengkel sepeda motor atau aktifitas lainnya.

"Saat ini saya tidak pernah mengeluarkan izin apapun terhadap pengunaan fasilitas publik tersebut kepada pelaku usaha di pertokoan Pusat kota," tutup Heri. | syafrul |

Sponsored:
Loading...
Sponsored:
Loading...