Breaking News

Warga Aceh Jaya Tuntut Kerja Di Pelabuhan Calang

Warga Aceh Jaya Tuntut Kerja Di Pelabuhan Calang

Calang, BERITAMERDEKA.net- Puluhan warga Aceh Jaya yang tergabung dalam Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Aceh Jaya mendatangi komplek Pelabuhan Calang menuntut pekerjaan dalam kegiatan bongkar muat.

Kedatangan puluhan warga juga mendapat penjagaan ketat dari puluhan personil TNI/Polri agar tidak terjadi anarkis karena saat itu di pelabuhan sedang adanya aktivitas, Selasa 3/11/2020.

Nurdin juru bicara SPSI Aceh Jaya menyampaikan, kedatangan puluhan warga ke komplek pelabuhan Calang meminta dalam pekerjaan bongkar muat dipekerjakan dari warga lokal, baik Buruh, sopir dan jasa transportasi.

Ia mengatakan, untuk proses bongkar muat milik pembangunan PLTU Nagan Raya tidak diganggu bahkan pihaknya sangat menyambut baik terhadap adanya aktivitas di pelabuhan Calang.

Namun, di segi pekerjaan supaya di pergunakan jasa dari warga lokal, sehingga warga lokal yang selama ini sulit mendapatkan pekerjaan bisa bekerja di pelabuhan Calang, apalagi di tengah masa pandemi COVID-19.

Nurdin juga meminta pada pihak terkait bisa menengahi tentang permintaan warga tersebut sehingga tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. " karena saat ini para warga sangat membutuhkan pekerjaan untuk mendapatkan penghasilan ditengah masa seperti ini," Ungkap Nurdin.

Dan lebih lanjut, Nurdin menyampaikan dalam hal tersebut supaya pihak forkopimda dan pihak perusahaan pemilik barang agar bisa menyelesaikan terlebih dahulu tentang tuntutan dari warga Aceh Jaya dan juga dari pihak perusahan lokal untuk bekerja dalam bongkar muat.

" Kami dari SPSI meminta agar forkopimda Aceh Jaya dan pihak lainnya bisa segera menyelesaikan tuntutan dari warga, demi kelancaran aktivitas di Pelabuhan Calang," minta Nurdin.

Selain itu, ia mengungkapkan, dari hasil pertemuan pihak SPSI Aceh Jaya dengan syahbandar Pelabuhan CCalang tadi sore tidak ada titik temu penyelesaian, untuk itu pihaknya berharap pihak terkait supaya bisa segera menyelesaikannya.

" bila tuntutan para warga belum ada kejelasan, kami memohon aktivitas bongkar muat dihentikan sementara demi tidak terjadi hal yang tidak di inginkan," Ujarnya.

Sementara Amru Harahap, Pejabat Pembuat Komitmen Pelabuhan Calang saat di konfirmasi mengatakan, walaupun ada permintaan pihak warga dan pekerja yang tergabung dalam SPSI Aceh Jaya menuntut dihentikan pekerjaan sementara sebelum adanya kepastian saat pertemuan tadi sore.

Ia menjelaskan, perihal permintaan tersebut pihaknya telah melakukan bersama pihaknya dengan unsur forkopimda Aceh Jaya dan pihak lainnya tentang permintaan para warga.

Dijelaskan, dari hasil pertemuan dengan pihak forkopimda bahwa pekerjaan bongkar muat tetap harus jalan, karena telah sesuai dengan aturan dan sesuai dengan persyaratan yang berlaku semuanya dan tidak ada kesalahan.

Pertemuan forkopimda dihadiri Dandim, Kapolres, Wakil Ketua Dewan, Ketua KPA, dan pihak Syahbandar Pelabuhan Calang.

" Ya itu dari forkopimda bahwa pekerjaan tetap jalan, karena memang penunjukkan sudah jelas, dan masalah putra daerah memang putra daerah yang bekerja sebagaimana tuntutan warga tadi sore," Jelas Amru.

Lebih lanjut, Amru mengungkapkan terkait hasil pertemuan dengan unsur forkopimda telah disampaikan ke pihak perwakilan PT Tuah Anak Aceh Jaya, dan tinggal pihak mereka bagaimana memutuskan dan merapatkan kedepannya.

"Untuk pekerjaan di Pelabuhan Calang ada peluang dan ada jalan tengah, maksudnya ada pembagian pekerjaan, kali ini PT ini dan kali ini PT itu, tapi tergantung mereka juga mau atau tidak, namun untuk pekerjaan bongkar muat tetap jalan," cetus Amru Harahap. |musliadi|

Sponsored:
Loading...
Sponsored:
Loading...