Breaking News

Bank Aceh

Walikota Datang, Petinggi PLN Kaget

Walikota Datang, Petinggi PLN Kaget
Walikota Langsa, Usman Abdullah bertemu Manajer UP3 PLN Langsa, Hariadi, membicarakan naiknya tarif listrik | foto syafrul

Langsa, BERITAMERDEKA.net – Walikota Langsa Usman Abdullah, SE, mendatangi PLN Cabang Langsa, Selasa 5 Mei 2020 siang di Jalan A. Jend.Yani kota Langsa.

Kedatangan orang nomor satu Kota Langsa itu mengejutkan pimpinan dan semua karyawan PLN.

Sementara sekaligus menjadi kegembiraan bagi warga Kota Langsa, karena sang walikota sangat peka terhadap keluhan warganya.

Kehadiran Toke Suum nama panggilan lainnya Usman Abdullah disambut, Maneger UP3 PLN Langsa, Hariadi Fitrianto.

Dalam kesempatan tersebut Walikota mempertanyakan adanya kenaikan rekening listrik dibayar oleh masyarakat.

“Warga mengeluh atas kebijakan tersebut, sehingga banyak protes melalui media sosial fb,” ujar Toke Suum.

Menurut Walikota, PLN harus memberi penjelasan agar masyarakat tidak resah ditengah wabah corona mendera saat ini.

Idealnya pihak PLN harus mengetahui kondisi ekonomi masyarakat saat ini yang sedang dalam keadaan sulit akibat wabah.

Lebih lanjut dikatakan, pemerintah pusat menyebutkan akan memberi subsidi listrik untuk masyarakat,  namun alangkah terkejutnya jika mengetahui membengkak rekening saat membayar pada bulan ini.

"Sekali lagi kami berharap agar PLN dapat memberi penjelasan kepada masyarakat, agar mareka tidak resah," tukasnya.

Sementara dalam pembicaraan itu, Maneger UP3 Langsa, Hariadi Fitrianto, mengatakan PLN sangat paham menanggapi banyaknya pertanyaan masyarakat soal kenaikan tagihan tarif listrik dalam bulan ini.

Namun dapat kami jelaskan bahwa tidak ada kebijakan tarif listrik naik.

Hariadi mengatakan, bahwa alasan tagihan tarif listrik meningkat itu  karena banyaknya aktivitas yang dilakukan di rumah sehubungan kebijakan di rumah saja.

“Kami memahami di tengah pandemi ini, kebutuhan masyarakat akan listrik bertambah. Peningkatan penggunaan listrik sangat wajar terjadi dengan banyaknya aktivitas di rumah,” ujarnya.

Oleh karena itu, peningkatan tagihan rekening listrik pada pelanggan rumah tangga lebih karena meningkatnya penggunaan listrik masyarakat akibat adanya pandemi Covid 19 yang membuat masyarakat banyak melakukan aktivitas di rumah.

Selain itu, pihak PLN siap kroscek KWH yang sebenarnya, kesalahan kita akan perbaikinya. Konon lagi pada dua bulan lalu kita tidak mencatat meter, jadi  hanya ambil rata-rata sehingga masyarakat saat membayar merasa murah.

“Jadi dua bulan lalu kita tidak catat meteran, namun masyarakat membayar rekening dengan kita ambil rata-rata” ujar Hariadi Fitrianto. | syafrul |

Sponsored:
Loading...