Breaking News

Wak Amat, Penjaga Tambak Milik Tuan Kaya

Wak Amat, Penjaga Tambak Milik Tuan Kaya

Usianya tak muda lagi, namun tenaganya masih sangat sakti. Di terik mentari setiap hari, sangat ulet tiada peduli.

Langsa, BERITAMERDEKA.net - Pria paruh baya itu, kulitnya legam bak besi tertempa. Sorot matanya tajam seolah menusuk jiwa. Senyum ramahnya lapangkan dada. Ia hanya seorang pekerja. Penjaga tambak milik tuan kaya.

Muhammad (64) warga Gampong Merandeh, Manyak Payed, Aceh Tamiang. Berjibaku dengan lumpur air keruh pasang surut, sudah dilakoninya setahunan ini.

Kepiawaiannya tak diragukan lagi. Mulai dari benur dimasukan ke tambak hingga waktu panen udang diketahui sangat rinci.

Demikian dengan budidaya ikan bandeng, sangat cekatan memeliharanya. Ia juga dapat mengetahui tingkat keasaman air laut tanpa perlu mengukur dengan alat khusus.

Pagi itu, Wak Amat sapaan akrabnya, baru saja menyelesaikan pekerjaan. Keliling tambak seluas 13 hektare di Gampong Birem Puntong, Langsa Baro, dilakukan paling sedikit se-hari sekali.

"Harus kita cek perkembangan benur setiap sehari sekali, kalau tidak hasil panen kurang maksimal," ungkap Wak Amat, Sabtu (27/02/2021).

Menurut Wak Amat, udang jenis vandame sangat mudah dibudidayakan ketimbang udang galah dan udang jenis lainnya. Maksimal tiga bulan sudah dapat dipanen.

"Kalau selama tiga bulan dapat bertahan tidak terkena penyakit, Alhamdulillah hasilnya," jelas Wak Amat.

Budidaya ikan bandeng, kata Wak Amat, lebih mudah lagi. Selain pakan yang diperjual belikan, bahan alami di dalam tambak jadi makanan ikan tersebut.

Terbukti, selama ini hasil panen tambak lumayan melimpah. Pemilik tambak yang murah hati sangat senang pada Wak Amat.

Sebenarnya, Wak Amat bukan pria biasa. Dimasanya, Ia dikenal dengan sebutan "KANG KANG KUALA". Sepak terjang masa itu sangat diperhitungkan oleh temannya yang kini memimpin negeri.

Namun apa dikata, nasib membawanya tinggal di gubuk derita. Hidup sederhana, penuh canda dan tawa. Bekerja keras untuk keluarga.

Usianya tak muda lagi, namun tenaganya masih sangat sakti. Di terik mentari setiap hari, sangat ulet tiada peduli.

Itulah sekelumit kisah hidup sang pejuang sejati kini ditinggal cerita abadi. Berjuang hidup seorang diri tiada teman yang peduli. | syafrul |

Editor:
Iklan BM Bank Aceh
Sponsored:
Loading...
Iklan BM DPRA
Sponsored:
Loading...