Breaking News

Bank Aceh

Usaha Galian C tak Berizin Kembali Marak Di Aceh Jaya

Usaha Galian C tak Berizin Kembali Marak Di Aceh Jaya

Calang, BERITAMERDEKA.net- Maraknya pengambilan material berupa bebatuan besar untuk keperluan proyek di Kabupaten Aceh Jaya, kini menjadi sorotan sejumlah pihak. Pasalnya, tidak sedikit pertambangan galian C yang belum memiliki izin beroperasi di Aceh Jaya.

Padahal setahun yang lalu Bupati Aceh Jaya, T. Irfan TB pernah melakukan sidak ke beberapa lokasi galian c yang diduga tidak berizin di tutup paksa bahkan alat berat milik perusahaan tersebut ikut disegel sebagai barang bukti.

Namun saat ini, berdasarkan informasi yang didapat dari beberapa warga di sejumlah kecamatan dalam Aceh Jaya menjelaskan, saat ini mulai banyak tumbuh kembali pertambangan galian c ilegal, baik tanah urug, batu gajah, kerikil dan lainnya.

Menurut warga, tak sedikit dari oknum pengusaha yang nekat melakukan pekerjaan, dan ini sepertinya adanya kong kalikong dibelakang layar untuk menyukseskan usaha itu sendiri.

"Pemerintah dan dinas terkait jangan tutup mata terhadap pertambangan galian c ilegal yang masih beroperasi, karena mereka telah membuat negara rugi dan lingkungan sekitar ikut rusak," ujar seorang warga Aceh Jaya.

Sementara Destin Rezawan Kabid Perizinan DPMPTSP Aceh Jaya saat disambangi awak media beberapa waktu lalu menyampaikan sejauh ini pihaknya hanya memegang perizinan lokasi galian c sebanyak 38 izin diantaranya 26 lokasi memiliki izin produksi dan 12 izin eksplorasi.

Ia menegaskan, jika ada oknum tertentu yang mengambil material diluar lokasi yang memiliki izin maka dipastikan usaha galian C tersebut itu ilegal.

"Itu ilegal jika pengambilan hasil tambang diluar dari izin yang telah ditetapkan oleh pihak pemerintah," kata Destin Rezawan.

Menurutnya, dari data 26 izin produksi tambang yang tersebar di Kecamatan yaitu 2 di Teunom, 5 Pasie Raya, 3 Setia Bakti, 1 Krueng Sabee, 4 Sampoinet, 5 Indra Jaya, 5 Jaya, 0 Panga dan 0 Darul Hikmah.

Sementara untuk 12 izin ekplorasi yaitu 4 di Pasie Raya, 2 di Sampoinet, 1 di Setia Bakti, 1 Darul Hikmah, 3 di Jaya dan 1 di Krueng Sabee.

Destin menjelaskan terkait penutupan galian c yang bermasalah atau ilegal, pihaknya beberapa tahun ini telah berhasil menertibkan 10 lokasi dari sejumlah kecamatan.

Dan jika saat ini, mulai menjamur kembali galian C ilegal, itu diluar dari sepengetahuannya karena di Aceh Jaya hanya 38 titik nyakni 26 lokasi izin produksi dan 12 titik izin ekplorasi.

" Jadi semua usaha galian c yang belum memegang surat izin produksi dan izin ekplorasi maka usaha penambangan nya adalah ilegal, cetus Destin. |musliadi|

Sponsored:
Loading...