Breaking News

Bank Aceh

Tuntut Dugaan SPPD Fiktif, Ratusan Mahasiswa Simeulue Demo DPRK  dan Kejari

Tuntut Dugaan SPPD Fiktif, Ratusan Mahasiswa Simeulue Demo DPRK  dan Kejari
Seorang mahasiswi Simeulue sedang berorasi yang dikawal ketat aparat

Simeulue, BERITAMERDEKA.net -  Ratusan mahasiswa dan yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa, Rakyat dan Buruh (Amarah) menggelar aksi demo di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Simeulue dan di depan halaman Kejaksaan Negeri Simeulue  Senin, 19 Oktober 2020.

Aksi dilakukan  mahasiswa yang tergabung dari berbagai perguruan tinggi yang ada di Aceh dan luar Aceh memberikan mosi tidak percaya terhadap lembaga legislatif Simeulue


Di samping itu mereka menuntut agar penegak hukum segera menyelesaikan kasus yang sedang ditangani oleh Kejari Simeulue, terkait telah ditingkatkan status dari penyelidikan ke tahap penyidikan atas kasus kelebihan bayar biaya perjalanan dinas sejumlah anggota DPRK Simeulue.

Aksi yang dimulai di depan DPRK Simeulue, ratusan mahasiswa menyampaikan rasa kekecewaan terhadap wakil rakyat Simeulue, salah satu orator Isra Fua’di mengatakan bahwa tiga fungsi yang dijalankan anggota dewan namun tidak hanya memikirkan diri sendiri.

Pihaknya juga menyesali adanya temuan kelebihan bayar biaya perjalanan dinas anggota DPRK Simeulue yang memiliki nilai yang fantastis mencapai Rp 3 Milyar.

Setelah aksi yang hanya berlangsung setengah jam itu, peserta aksi melanjutkan aksi damai di depan halaman Kejaksaan Negeri Simeulue yang juga turut mendapat pengawalan dari aparat kepolisian dibantu dari TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut serta Satpol PP Simeulue.

Di depan Kejaksaan Negeri Simeulue, mahasiswa kembali menyampaikan orasinya yakni berupa dukungan kepada penegak hukum untuk segera menuntaskan kasus yang saat ini sedang ditangani  Kejari.

“Kami mendukung Kejari Simeulue menyelesaikan kasus kelebihan bayar biaya perjalalan dinas anggota DPRK Simeulue, tuntaskan secara transparan dan profesional tanpa takut dengan tekanan dan intervensi pihak tertentu,”begitu ujar salah seorang orator koodinator lapangan.

Menyahuti dukungan dari ratusan mahasiwa tadi, Kepala Kejaksaan Negeri Simeulue Muhammad Anshar Wahyudin, SH,MH memberikan janji akan menyelesaikan kasus yang sedang ditangani  pihaknya.

“Kami tidak akan mundur, sebab sudah masuk ke tahap penyidikan akan dituntaskan secara transparan dan profesional,”kata Kajari Simeulue.

Di penghujung aksi peserta meminta Kajari menandatangani petisi dari mahasiswa serta dari koordinator aksi. Kedua belah pihak menyetujui penandatanganan petisi yang berisikan sejimlah poin agar penyelesaian kasus kelebihan bayar biaya perjalanan dinas anggota DPRK Simeulue dapat diselesaikan. | al ashab |

Sponsored:
Loading...