Breaking News

Tujuan Kuasai Harta, Pasutri Bunuh Janda Empat Anak

Tujuan Kuasai Harta, Pasutri Bunuh Janda Empat Anak
Tersangka dan barang bukti

Langsa, BERITAMERDEKA.net - Polres Langsa Rabu 3 Juni 2020, gelar konferensi pers terhadap korban pembunuhan almarhum Nurita, janda empat anak warga Dusun Kloneng Gampong Senebok Punti Kecamatan Manyak Payed Kabupaten, Aceh Tamiang, yang ditemukan mayatnya pada tanggal 10 Desember 2019 lalu, di rawa areal pertambakan warga Gampong Baroh, Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa.

Dalam Konfrensi pers, terlihat dua orang tersangka suami istri, SU dan IW yang selama ini buron dihadirkan didepan para awak media.

Kapolres Langsa AKBP Giyarto, SH SIK melalui Kasat Reskrim Iptu Arif Sukmo Wibowo, SIK dihadapan para wartawan mengatakan, kedua tersangka ditangkap di Gampong Lhok Bani Kecamatan Langsa Barat pada Senin 1 Juni 2020.

Motif pembunuhan adalah murni perampokan yang telah direncanakan dengan kekerasan dan berujung pembunuhan.

Lebih lanjut dikatakan, suami istri yang merenggangkan nyawa Almarhum Nurita merupakan sahabat dekat pelaku."Nurita dibunuh oleh sahabatnya sendiri," jelas Kasatres.

Lebih jauh dijelaskan, modus perampokan dilakukan dengan perencanaan, dimana  dua pelaku mengenal baik dengan korban. Bahkan sering melihat korban memakai perhiasan.

Tergerak rencana untuk menguasai harta korban dengan modus memancing korban untuk bertemu di tempat kosong tepatnya di Gampong Batee Puteh Kota Langsa.

Dijelaskan, peristiwa itu berawal ketika SU isteri pelaku IW menghubungi korban melalui telepon untuk diajak ketemu dengan dalih ada urusan.

Karena sudah janji dengan korban untuk bertemu, tersangka SU dan IW  menunggu Nurita di Gang Makmur Dusun Bale Manggis Gampong Batei Puteh Kota Langsa.

Tidak berapa lama kemudian Nurita tiba dilokasi dan menjumpai kedua tersangka, selanjutnya bersama sama dengan kedua tersangka dibawa menuju Gampong Bate Puteh Kota Langsa, dengan menggunakan sepeda motor milik Nurita.

Setiba di lokasi Gampong Bate Puteh Kota Langsa, tersangka IW  berbincang dengan Almarhum Nurita, pada saat itulah tersangka SU  memukul kepala Nurita dengan menggunakan kayu yang telah tersangka sediakan sebanyak satu kali.

Menerima pukulan keras tersebut, almarhum Nurita jatuh tersungkur, selanjutnya tersangka IW kepada SU mengatakan “nanti hidup lagi bang” tanpa ragu tersangka SU menusuk korban dengan menggunakan pisau yang telah dipersiapkan sebelumnya sebanyak empat kali dibagian leher dan dada.

Usai membunuh tersangka IW  mengambil semua perhiasan milik korban, kemudian tersangka SU  memeriksa detak jantung korban  dan memastikan sudah meninggal barulah tersangka SU  menguburnya ditempat kejadian tersebut dengan menggunakan lam dan  cangkul dodos yang telah tersangka persiapkan dua hari sebelumnnya.

Dalam Konfrensi pers itu turut dihadirkan barang bukti yang diamankan, 1 unit Handphone merek Samsung Galaxi Frima SM- G530H warna putih milik korban, 1 buah pisau yang bergagang kayu milik pelaku yang digunakan untuk menusuk korban, 1 unit Handphone warna hitam merak Nokia Model RM-1134  milik pelaku IW yang
digunakan untuk menghubungi korban.

Selanjutnya, 1 unit sepeda motor  Merk Honda Beat warna putih les binu tahun 2019, No Rangka
MA1JFZ138KK202019 No Mesin JE21E32249eOR No Pol BL 3802 FAC, STNK BL 6623 UAC  milik
korban, 1 unit Sepeda motor Merk Zupiter warna hitam BL 6636 DAG milik pelaku hasil dari penjualan barang milik korban dan 10 gram emas  milik korban yang telah dilebur  menjadi satu item berbentuk lantakkan, jenis emas 15
karat emas 22 mik korban.

Diakhir pertemuan dengan awak media, Kasatres menjelaskan, ancaman kepada dua pelaku dengan pasal berlapis, perampokan disertai pembunuhan berencana dengan Pasal 338 ye 340 KUHPidana, tentang tindak pidana menghilangkan nyawa orang lain dengan berencana, ancarman hukuman dengan pidana mati atau pidana paling lama 20 tahun, dan serta Pasal 365 ayat (4). | syafrul |

Sponsored:
Loading...
Sponsored:
Loading...