Breaking News

Terkait Kasus Ibu Melahirkan Dalam Pampers, Dewan Desak Bupati  Evaluasi Manajemen RSUD Pijay

Terkait Kasus Ibu Melahirkan Dalam Pampers, Dewan Desak Bupati  Evaluasi Manajemen RSUD Pijay
T Guntara

Pijay, BERITAMERDEKA.net - Insiden ibu melahirkan dalam pampers di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pidie Jaya akibat tidak ditangani  petugas medis, dikecam anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) setempat. Pasalnya, setiap masyarakat yang datang berobat ke rumah sakit, pelayanan maksimal harus diberikan.

Kejadian tersebut merupakan satu kelalaian dari pihak manajemen rumah sakit. Untuk itu, Bupati Pidie Jaya didesak  melakukan evaluasi terhadap kinerja Direktur RSUD Pidie Jaya. Karena dengan kejadian tersebut telah mempermalukan daerah dalam pelayanan kesehatan.

Demikian Ketua Komisi C DPRK Pidie Jaya, Heri Ahmadi yang membidangi kesehatan. Kata Ahmadi, meskipun dalam persepsi ilmu medis pasien ibu melahirkan atas nama Raudatul Jannah (24) asal Gampong Keurisi Meunasah Lueng, Kecamatan Jangka Buya saat masuk ke RSUD pada Kamis (15/4) dan melahirkan pada Jum'at dinihari, seharusnya pelayanan harus diberikan kepada ibu melahirkan itu, bukan malah menelantarkan tanpa ada pendampingan dari bidan.

Heri Ahmadi

"Setiap pasien yang masuk ke rumah sakit harus dilayani. Itu pada intinya. Walaupun dalam ilmu medis ibu melahirkan itu belum sampai waktu melahirkan, itu sah-sah saja, tapi pelayanan tetap harus diberikan. Tapi dengan pembiaran tanpa ada pelayanan sangat kita sayangkan," ujar Heri Ahmadi.

Kata dia, kejadian ibu melahirkan dalam pampers walaupun telah berada di ruang rumah sakit, itu menunjukkan buruknya manajemen di RSUD Pidie Jaya. Menurut Heri Ahmadi, Bupati Pidie Jaya perlu mengevaluasi atas kinerja dari direktur rumah sakit itu.

"Untuk menilai  adalah hak preogratif dari bupati. Tapi jika dari kinerja Direktur RSUD dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat Pidie Jaya tidak maksimal, bupati perlu melakukan evaluasi kinerja direktur," sebutnya.

Hal senada juga diserukan Anggotta DPRK Pidie Jaya lainnya. T. Guntara, Wakil Ketua Komisi C sangat menyangkan kejadian ibu sampai melahirkan dalam pampers meskipun telah berada di rumah sakit milik Pemerintah Pidie Jaya. Menurutnya, kejadi tersebut adalah sebuah kelalaian dari pihak manajemen.

"Ini adalah bentuk kelalain dari manajemen rumah sakit. Untung ibu melahirkan itu masih selamat tanpa ada pertolongan dari petugas medis rumah sakit. Jika sampai terjadi hal yang tidak diinginkan pada ibu melahirkan tersebut siapa yang harus bertanggung jawab," sesal Guntara.

Ia juga menilai perlu ada evaluasi menyeluruh terhadap manajemen RSUD Pidie Jaya. Karena peristiwa tersebut sangat fatal terjadi di sebuah rumah sakit, apalagi milik pemerintah daerah. Belum lagi kata dia, RSUD Pidie Jaya itu saat ini status layanan telah menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

"Saya dari Wakil Ketua Komisi C DPRK Pidie Jaya dan personal, atas kejadian itu bupati perlu melakukan evaluasi menyeluruh, karena kejadian itu sangat menyakitkan rakyat. Sebagai kontrol publik, kontrol sosial, evaluasi menyeluruh terhadap manajemen rumah sakit perlu dilakukan segera supaya kejadian sama tidak terulang lagi," tandas Guntara.(*)

Sponsored:
Loading...