Breaking News

Terapkan Puasa Sunah untuk Kesehatan

Terapkan Puasa Sunah untuk Kesehatan
dr Hanif

Banda Aceh, BERITAMERDEKA.net – Sejumlah Praktisi Kesehatan di Banda Aceh, menganjurkan umat Islam melakukan puasa sunah Syawal pasca Lebaran ini.

Sebab banyak manfaatnya bagi kesehatan. Hal ini dapat dilihat dari menurunnya jumlah pasien yang berobat di klinik maupun di rumah sakit sat puasa Ramadhan. 

“Pasien di praktik umumnya menurun selama Ramadhan bisa mencapai 50 persen. Di rumah sakit dan puskesmas, pengalaman yang lalu juga seperti itu, “ujar dokter spesialis penyakit  Dalam dr. Riswan,  Kamis 28 Mei 2020.

Dikatakan, pengendalian diri yang sudah dilaksanakan selama sebulan berpusa membuat derajat kesehatan dapat terwujud. “Saat lebaran ini, jangan malah lepas kendali. Kalau bisa lakukan kebiasaan yang sudah kita lakukan di bulan Ramadhan. Bisa dilanjutkan puasa sunnah. Karena puasa banyak manfaatnya, khususnya bagi kesehatan, “katanya.

Jika saat lebaran ini lepas kendali atau menantap makanan sesukanya, maka pasca lebaran jumlah kunjungan pasien ke RS, klinik atau pusat pengobatan lainnya kembali meningkat.

“Sepekan pasca lebaran, rumah sakit kembali didatangi luapan pasien rawat jalan atau inap, hingga jumlahnya terkadang melebihi kapasitas, “imbuhnya.

Hal sama diungkapkan dr. Irfansyah, saat ini belum ada penelitian khusus untuk melihat penurunan jumlah kunjungan ke pusat kesehatan selama Ramadhan.

“Tidak ada dana untuk penelitian ini. Penurunan ini sebenarnya ada kaitannya dengan kesembuhan atau membaiknya kondisi klinis Pasien yang mengindap penyakit kronik karena berpuasa. Karena memang puasa itu sangat besar manfaatnya bagi kesehatan, “katanya.

Menurutnya, penyakit pasca lebaran yang harus diwaspadai adalah Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) dan diare. Setelah puasa badan masih lelah, kemudian harus mudik dengan berbagai kondisi yang melelahkan, seperti berdesakan dengan penumpang lain dalam antrean.

Sementara Kadis Kesehatan Aceh dr Hanif , puasa sunat itu banyak manfaatnya untuk kesehatan. Kalau kita berpuasa, penyakit seperti diare akan terjaga tidak mudah terjangkit.

Apalagi, katanya saat mudik pulang kampong, biasanya banyak warga yang mengonsumsi makanan tanpa memperhatikan kualitas. Apalagi sudah menjadi tradisi, saat lebaran segala macam makanan lezat, gurih, dan manis tersedia, baik di rumah maupun tempat yang dikunjungi untuk silaturrahmi. Sehingga sering kali terjadi konsumsi yang berlebihan.

Penyakit lainnya yang biasa dikeluhkan, diantaranya infeksi usus, disentri, demam tifoid bahkan demam berdarah. Penyakit ini terjadi akibat kurangnya memperhatikan kebersihan lingkungan.

“Karena rumah yang ditinggalkan mudik dalam keadan kotor. Ada genangan air, makanan yang tercecer dimakan tikus, dan sampah yang banyak mengundang lalat. Lalat membawa berbagai penyakit dan tikus dapat menyebabkan leptospirosis melalui air kencingnya. Nyamuk Aedes aegypti akan berkembang pada air yang tergenang dan bisa membawa virus Dengue, penyebab demam berdarah, “katanya.

Kemudian, penyakit yang muncul karena kambuh. Orang yang sudah memiliki penyakit biasanya bisa mengatur makanan selama puasa. Namu, ketika Lebaran tiba, makanan kurang terawasi dengan dalih ‘mumpung lebaran’. 

“Misalnya penyakit yang biasanya kambuh itu diabetes, hipertensi, serangan jantung koroner, serangan stroke, dengan faktor risiko seperti kolestrol tinggi, kegemukan, dan asam  urat, “katanya.

Setelah itu, penyakit yang renta terjadi adalah penyakit akibat mobilitas yang bertambah dan perilaku sekelompok orang dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri dengan menggunakan kenderaan bermotor secara tidak terawasi, dan juga bisa akibat pengaruh minuman beralkohol. | rusli ismail |

Sponsored:
Loading...
Sponsored:
Loading...