Breaking News

Terancam Pidana, Pegawai Honorer Dinas Pertanahan Aceh Tengah Minta Keadilan

Terancam Pidana, Pegawai Honorer Dinas Pertanahan Aceh Tengah Minta Keadilan
Foto Araniko Alfalah

Takengon, BERITAMERDEKA.net - Pembangunan jembatan dan jalan ruas Genting Gerbang - Simpang Uning di Kampung Uning Pegantungen, Kecamatan Bies, Kabupaten Aceh Tengah, yang pembebasan tanahnya mengunakan anggaran miliaran rupiah dari APBK, menyisakan sengkarut ganti rugi tanah milik masyarakat.

Kasus proyek yang lumayan besar tersebut tersandung dugaan pemalsuan hak penerima ganti rugi pengadaan tanah untuk pembangunan dan saat ini kasusnya ditangani Polda Aceh. Sejumlah pegawai dinas terkait dipanggil untuk dimintai keterangan oleh Polda Aceh dalam hal penyidikan.

Salah seorang pegawai honorer yang ditempatkan di Dinas Pertanahan Kabupaten Aceh Tengah, pada Bidang Pengadaan Tanah Sub Bidang Pengadministrasian Pengadaan Tanah,  Araniko Alfalah merasa dijadikan tumbal atas kasus tersebut dan meminta keadilan dari  stakeholder terkait.

Araniko Alfalah mengaku sudah bertemu Penyidik Polda sebelum adzan Ashar di ARB Coffee Shop yang terletak di Reje Bukit, Kampung Simpang Empat, Kecamatan Bebesen, untuk dimintai keterangan sebagai saksi pada  Rabu (03/03/2021).

“Pada saat itu saya ditanya soal apakah betul saya yang mengetik surat pernyataan terkait pembebasan tanah untuk pembangunan jembatan yang terletak di Kampung Uning Penggantungen, Kec. Bies, Kab. Aceh Tengah. Saya menjawab betul, saya yang mengetik atas perintah PPTK dan karena saya tidak pernah melihat dokumen-dokumen tersebut lalu didikte oleh Pembantu PPTK waktu itu. Saat melakukan mengetikkannya dan formatnya pun sudah tersedia di komputer kantor,” tutur Araniko

Selanjutnya, Minggu (28/03/2021) Araniko Alfalah menerima surat panggilan dalam bentuk foto melalui pesan whatshapp isinya dipanggil ke Polda Aceh menghadap penyidik untuk dimintai keterangan sebagai tersangka. Keesokan harinya Senin (29/03/2021) Alfalah menerima surat resmi tersebut.

“Informasi tersebut membuat saya sangat terpukul. Bagaimana tidak keseharian saya sebagai Pegawai Honor yang bekerja tidak lebih dari seorang tukang ketik dan tidak memiliki latar belakang pendidikan yang tinggi dengan ekonomi yang pas-pasan dihadapkan masalah yang begitu berat,” sebut Araniko pada BERITAMERDEKA.net, Kamis (01/04/2021).

Merasa dirugikan dan menjadi korban pimpinan, Araniko Alfalah membuat surat terbuka kepada Bupati Aceh Tengah Drs. Shabela Abubakar dan tembusannya kepada pemerintah pusat antara lain, Presiden Republik Indonesia, DPR Republik Indonesia, Kepolisian Republik Indonesia, Jaksa Agung Republik Indonesia, Mahkamah Agung Republik Indonesia, Kompolnas Republik Indonesia dan Komnas HAM Republik Indonesia.

Dalam surat terbuka tersebut, Araniko berharap kepada Bupati Aceh Tengah untuk menangani persoalan ini dengan melakukan musyawarah dengan pihak-pihak yang merasa dirugikan serta meminta Kepala Dinas Pertanahan untuk melakukan perbaikan administrasi, sehingga tidak ada satupun pihak pihak yang merasa dirugikan, atau mejadi korban.

“Saya hanya pegawai honorer, tidak memiliki kewenangan dan kebijakan, namun ditetapkan sebagai tersangka. Betapa miris dan pedih yang saya rasa, i’tikad saya bekerja untuk kemajuan daerah Gayo, khususnya Aceh Tengah ini, dengan status honorer yang tentu semua tahu tidak punya kewenangan apalagi seakan dianggap pengambil kebijakan malah tiba-tiba disangkut pautkan dalam sengketa pembebasan lahan proyek jembatan tersebut, sampai saya diancam jerat pidana,” tulis Alfalah dalam surat edaran tersebut.

Dalam hal ini Aranaiko Alfalah merasa dijadikan korban oleh pimpinan, dengan status sebagai tenaga honorer berusaha menjalankan kerja sesuai dengan tata tertib dan melaksanakan apa yang diperintahkan dari atasan.

“Saya Berani bersumpah bahwa saya tidak menerima uang sepeserpun baik dari pihak manapun. Jangankan itu, saya juga sebelumnya tidak pernah mengetahui dan mengenal bahkan berkomunikasi dengan penerima ganti rugi pembebasan tersebut,” pungkas Araniko Alfalah | Roma |

Editor:
Iklan BM Bank Aceh
Sponsored:
Loading...
Iklan BM DPRA
Sponsored:
Loading...