Breaking News

Tarawih Ditengah Banjir

Tarawih Ditengah Banjir
Masjid Raya Baiturrahmam Banda Aceh, tetap shalat tarawehnya penuh, walau sekeliling masjid jalan utama kota digenangi banjir. | foto r ismail

Banda Aceh, BERITAMERDEKA.net - meski hujan terus mengguyur dan banjir masih melanda sentero Kota Banda Aceh dan Aceh Besar hingga memasuki 16 hari puasa Ramadhan 1441 Hijriyah, Sabtu 9 Mei 2020.

Namun pelaksanaan shalat Tarawih, terutama di Masjid Raya Baiturrahman (MRB) pada setiap malam dan shalat Jumat, 8 Mei 2020 kemarin tetap padat.

Tampak warga muslim di sentero Nanggroe Aceh sama sekali tidak peduli, baik dengan masih mewabahnya pandemic virus Corona (Covid-19) maupun kondisi cuaca yang tidak bersahabat seperti hujan yang banjir melanda.

Mereka yang terpenting melaksanakan ibadah di bulan penauh rahmah mendapat pahala berlipat ganda itu.

Pantau BERITAMERDEKA.net dan keterangan sejumlah warga, meski dalam suasana panik dan cemas karena diguyur hujan dan dilanda banjir, namun pelaksanakan shalat Jumat, 8 Mei 2020 kemarin dan shalat tarawih setiap malamnya masih ramai, semua masjid dipadati jamaah.

Begitu juga meski mewabahnya Covid-19 tidak sedikitpun menyurutkan semangat umat muslim di Aceh khususnya Kota Banda Aceh.

Sejak hari pertama Ramadhan hingga sudah memasuki hari ke 16, pelaksanaan ibadah shalat Tarawih di malam hari, sejumlah masjid dan mushalla khususnya di Kota Banda Aceh, tetap ramai jamaahnya.

Tidak hanya kaum pria, jamaah wanita dan anak-anak juga cukup antusias melaksanakan ibadah tersebut.

Meski mewabahnya virus Corona (Covid-19) yang belum aman itu dan musibah banjir disusul gururan hujan yang belum mereda, namun tidak sedikitpun menyurutkan semangat ummat Islam di Kota Banda Aceh dan kabupaten/kota lainnya di Aceh, untuk meningkatkan ibadah selama bulan suci Ramadhan1441 Hijriyah.

Kondisi itu terpantau di sejumlah Masjid yang sempat terpantau BERITAMERDEKA.net melaksanakan shalat Tarawih secara berpindah-pindah tempat/masjid. Ratusan jamaah sejak pelaksanaan shalat Isya’ sudah mulai berdatangan ke masjid-masjid dan surau atau mushalla.

Meski mewabahnya musibah banjir disertai guyuran hujan yang belum henti-hentinya melanda kawasan itu plus virus Corona, jumlah jamaah yang hadir di rumah-rumah ibadah tersebut terpantau sama seperti Ramadhan tahun-tahun sebelumnya. 

Pelaksanaan shalat tarawih di Masjid Raya Baiturrahman (MRB) di tengan pandemi corona dan banjir disertai hujan terus mengguyur tetap dipadati jamaah.

Seluruh saf di dalam masjid yang terletak di jantung kota Banda Aceh itu terlihat dipenuhi jamaah laki-laki dan perempuan.

Meski di halaman depan dan samping kiri dan kanan masjid yang dibasahi guyuran hujan sebelum dan sesudah magrib, memeng terlihat kosong dari jamah shalat insya dan salat tarawih.

Sedangkan jarak antara satu jamaah dengan jamaah lainnya disesuaikan dengan lebar marmar lantai masjid kebanggaan masyarakat Aceh. “Safnya tidak rapat, dan juga tidak jarang sampai satu meter antara satu jamaah dengan jamaah lainnya, “kata Muhammad Nur, seorang jamaah shalat tarawih di MRB itu.

Begitu juga himbauan dan anjuran memakai masker, tampaknya tidak semua jamaah mematuhi protokol kesehatan itu.

“Memang banyak jamaah yang sudah menggunakan masker. Tapi , tidak semuanya, “ujar jamaah lainnya.

Dikatakan, pemakaian masker ini, selain akan memberikan kenyamanan sesama jamaah, juga sangat penting untuk kesehatan bagi jammah yang bersamngkutan.

Sementara itu Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman….Prof Dr Azman MA mengharapakna kepada jamaah disamping menggunakan masker, juga membawa sajadah sendiri.

Saat ini, di masjid belum lagi membentang sajadah panjang. Ini untuk memutus mata rantai penyebaran virus baru Covid-19.| r ismail |

Sponsored:
Loading...
Loading...