Breaking News

Tangkap Ikan Gunakan Bom, Dua Kapal dan Delapan Nelayan Diamankan Polisi

Tangkap Ikan Gunakan Bom, Dua Kapal dan Delapan Nelayan Diamankan Polisi
Dua boat sebagai barang bukti

Banda Aceh,
BERITAMERDEKA.net – Karena diduga melakukan penangkapan ikan dengan menggunakan alat peledak (bom), sehingga pihak Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Lampulo, Kota Banda Aceh, terpaksa bersikap tegas dan menangkap/mengamankan dua unit kapal nelayan berserta awaknya.

“Kedua unit boat tep bersama awak nelayannya (delapan orang) awak kapal berukuran kecil atau boat tep kini diamankan pihak berwajib, “kata Kasi Operasional Pengawasan dan Penenganan Pelanggaran PSDKP Lampulo, Herno.

Herno menyebutkan, dua kapal nelayan dengan delapan awak kapal termasuk nahkoda diamankan di perairan Krueng Raya sedang melakukan aktivitas menangkap ikan dengan menggunakan alat peledak, Jumat 19 Juni 2020.

“Kedua unit kapal yang diamankan ditangkap disaat petugas PSDKP dan Ditpolairud Polda Aceh melakukan kegiatan patroli rutin. Saat itu kita curigai kapal tersebut menangkap ikan menggunakan bahan peledak, “kata Herno seraya menambahkan saat petugas mendekati kapal tersebut, sempat terjadi kejar-kejaran dengan petugas yang melakukan patroli rutin itu.

“Bahkan salah satu kapal sempat melarikan diri, yang lalu kita kejar dan berhasil ditangkap. Kini kedua boat tersebut dibawa ke Pangkalan PSDKP Lampulo, “ucap Herno.

Disebutkan Herno, saat dilakukan pemeriksaan, di dalam ke dua kapal nelayan itu, petugas menemukan sejumlah ikan hasil tangkapan yang diduga hasil pengeboman. Karena dari hasil  uji laboratorium, ditemukan sirip ikan rusak serta gelembung renang ikan pecah. Dari identifikasi, kemungkinan ikan itu ditangkap menggunakan bahan Peledak, “jelas Herno lagi.

Saat ini penyidik PSDKP Lampulo sedang melakukan pemeriksaan awal mengumpulkan sejumlah bahan dan keterangan terhadap dua nahkoda kapal berinisial YD dan R warga Aceh Besar berserta ABK-nya.

“Ya kita saat ini masih sebatas melakukan proses pengumpulan bahan keterangan nahkoda dan ABK kedua kapal tersebut, “kata Herno lagi.

Jika nanti pada penyelidikan ditemukan dua alat bukti yang cukup, maka statusnya akan dinaikkan ke penyidik. Petugas PSDKP Lampulo juga mengamankan jerigen serta alat tangkap jaring.

“Meski diakui saat ditangkap tidak ditemukan bahan peledak di dua kapal tersebut. Kasus ini masih penyelidikan, “pungkasnya.| rusli ismail |

Sponsored:
Loading...
Loading...