Breaking News

Tak Peduli Corona, Masjid dan Pasar Ramadhan Tetap Ramai

Tak Peduli Corona, Masjid dan Pasar Ramadhan Tetap Ramai
Pasar tetap ramai | foto r ismail

Banda Aceh, BERITAMERDEKA.net – Meski ditengah-tengah mewabahnya virus corona (Covd-19) namun warga di Provinsi Aceh umumnya dan warga Banda Aceh tetap saja menyemarakkan suasana Bulan Ramadhan dengan pergi ke rumah ibadah dan pasar Ramadhan. 

Di pikiran mereka seolah-olah tak sedikitpun merasa takutan dengan berbagai ancaman kesehatan itu. Mereka mengabaikan begitu saja himbauan dan ancaman denda dari Pemerintah setempat, sehingga tidak peduli masa pandemi virus corona (Covid-19) itu.

Adanya himbau pemerintah untuk tetap tinggal di rumah saat masa pandemi virus itu tidak menjadi halangan bagi ummat Islam dalam menyemarakkan suasana Ramdhan 1441 Hijriyah. Bahkan himbauan bila bepergian ke luar rumah diharuskan menggunakan masker juga tidak ditanggapi serius oleh warga, kecualai sebagian warga saja patuh.

Sebagaimana yang terpantau BERITAMERDEKA.net masyarakat di Banda Aceh dan Aceh Besar khususnya dan di kabupaten/kota lainnya di Aceh tetap merayakan Ramadhan. Mereka merayakan bulan suci dengan berbondong-bondong ke rumah ibadah dan ke pasar Ramadhan, mengabaikan saran untuk tinggal di rumah ketika kasus virus corona meningkat.

Padahal imbauan Pemerintah agar berada di rumah dan menggunakan masker serta menjaga jarak bila bepergian ke luar rumah. Namun, saran tersebut diremehkan oleh sebagian besar atau bahkan oleh umumnya masyarakat Aceh.

Di Banda Aceh, misalanya ribuan masyarakat memenuhi masjid sejak malam pertama Ramadhan untu meleksanakan ibadah shalat sunnah Tarawih dan di siang hari terutama menjelang waktu berbuka puasa mereka menyerbu pasar-pasar popular yang menggelarkan penganan bukaan puasa.

Pantauan beritamerdeka.net di lapangan, sebagian besar atau bahkan umumnya pengunjung pasar tidak memakai atau menggunakan alat pelindung. Mereka membeli makanan untuk berbuka.

Salah seorang pengunjung pasar yang enggan dituliskan namanya menyebutkan, dia sudah bosan dengan menggunakan masker dan sarung tangan. “Berapa lama kita akan memakainya? Saya bosan, sekarang tergantung pada suasana hati saya, kadang-kadang saya memakaiannya dan kadang tidak, “katanya ketika berbelanja di pasar Ramadhan.

Di masjid-masjid di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar serta di kabupaten/kota lainnya di Aceh. Para jamaah mengabaikan penggunaan masker dan pembatasan sosial. Padahal imbauan itu telah lama dikeluarkan oleh pemerintah. 

Di Pijay Tetap Semarak

Sementara suasana Ramadhan sebagaimana terpantau BERITAMERDEKA.net di Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya (PiJay) masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya, meskin tahun ini negeri kita diterpa pandeme wabah Covid-19.

Sementara, suasana gembira masyarakat Pidie dan Pidie Jaya menjalankan ibadah puasa di ditandai dengan semaraknya pedagang musiman yang menjual makanan untuk berbuka puasa.

Begitu juga dengan warga masyarakat setempat ramai dan memadati di jalan-jalan utama mencari menu berbuka puasa. Air tebu dan kelapa muda minuman paling laris diserbu masyarakat.

Harga air tebu satu gelas Rp.5.000 dan air kelapa Rp.7.000 per buahnya.

Beberapa pedagang musiman menyebutkan, daya beli masyarakat di Pidie Jaya saat ini masih tergolong tinggi. Hal itu ditandai meningkatnya animo masyarakat membeli bahan panganan berbuka puasa di sejumlah pasar Ramadhan yang ada di sana.| r ismail |

Sponsored:
Loading...
Loading...