Breaking News

Tahun 2021, Pemko Langsa Peroleh DAK Rp 34, 87 M

Tahun 2021, Pemko Langsa Peroleh DAK Rp 34, 87 M
Wakil Walikota Langsa, Dr.H Marzuki Hamid, saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan program DAK di perumahan Relokasi Gampong Timbang Langsa, (Foto Syafrul)

Langsa, BERITAMERDEKA.net - Wakil Walikota Langsa Dr. H. Marzuki Hamid MM, meletakkan batu pertama pembangunan program DAK integrasi bidang air minum, sanitasi, dan perumahan tahun 2021, di kawasan relokasi Gampong Timbang Langsa, Kecamatan Langsa Baro, Kamis (08/04/2021).

Wakil Walikota menyebutkan, Dana Alokasi Khusus (DAK) integrasi Kota Langsa, tahun 2021, sebesar Rp 34,87 miliar.  Dana tersebut diantaranya diperuntukkan untuk pembangunan 250 unit rumah dengan pagu anggaran Rp 12,5 miliar untuk rumah swadaya.

Selanjutnya, pembangunan jalan lingkungan dengan drainase Rp 19,9 miliar. Kemudian, pembangunan jaringan air minum dengan pengembangan jaringan air minum untuk 425 sambungan rumah.

Pembangunan spald-t (sistem pengolahan air limbah domestik terpadu) dengan pagu anggaran Rp 950 juta, melalui swakelola dengan kelompok swadaya masyarakat.

"Kota Langsa tahun ini mendapatkan amanah dan tanggung jawab besar dari pemerintah pusat, dan terpilih sebagai pilot projects kegiatan DAK integrasi bidang perumahan, air minum, dan sanitasi bersama dengan 11 kabupaten kota se-Indonesia," tukas Marzuki Hamid.

Menurutnya, saat ini Pemko Langsa telah menyelesaikan tahapan penjaringan dengan konsep permukiman kembali untuk menata kawasan kumuh di Kawasan Krueng Langsa dengan merelokasi penduduk.

Lokasi baru seluas  13 hektare ditata sebagai pemukiman baru. Masing-masing  mendapat tanah ukuran 10x15 meter persegi dan rumah tipe 36 yang layak dengan konsep gampong herbal di Dusun Emplasemen Gampong Timbang Langsa.

Sementara itu, Kepala Pusat Fasilitasi Infrastruktur Daerah (PFID) Kementerian PUPR, Riono Suprapto SE. ST. MT., mengatakan sesuai RPJMN 2020 – 2024 mengamanatkan kepada pemerintah untuk mendorong penyediaan infrastruktur dasar berupa hunian layak yang ditopang dengan sistem penyediaan air minum dan sanitasi.

Masyarakat harus mendapatkan akses terhadap rumah layak huni dan permukiman yang sehat, dengan karakteristik minimal luas bangunan rumah yaitu 7,2 m2 per orang dan struktur yang kokoh, dilengkapi dengan sarana jaringan air dan sanitasi, serta memiliki jarak antar bangunan rumah yang cukup dan teratur.

"Melalui program DAK Integrasi, pemerintah berkomitmen membantu pemerintah daerah untuk menangani kawasan kumuh, serta meningkatkan kualitas dan fungsi perumahan dan permukiman," terangnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Pj. Kepala Dinas PUPR kota Langsa, Muharram,ST, M.Si, Kadinsos, Armia, SP,  Kadinkes dr. Herman, Ketua MPU Tgk. Salahuddin, serta tamu undangan lainnya. | Syafrul |

Editor:
Iklan BM Bank Aceh
Sponsored:
Loading...
Iklan BM DPRA
Sponsored:
Loading...