Breaking News

Bank Aceh

Sungai Kembang Tanjong Diduga Tercemar Limbah Pabrik Sagu

Sungai Kembang Tanjong Diduga Tercemar Limbah Pabrik Sagu
Tercemar Limbah

Pidie, BERITAMERDEKA.net – Warna air sungai yang sebelumnya jernih tiba-tiba berubah menjadi hitam pekat. Warga yang tinggal di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng di Kembang Tanjong bertanya-tanya dengan perubahan tersebut.

Dari dialog sesama warga setempat akhirnya mereka mulai menduga-duga, bahwa Sungai di Gampong Arusan, Kecamatan Kembang Tanjong, Kabupaten Pidie itu, diduga tercemar limbah pabrik sagu yang berada di hulu sungai. 

Sumber diperoleh BERITAMERDEKA.net dari kalangan masyarakat, Kamis 28 Mei 2020 menyebutkan, akibat dari perubahan warna air sungai yang menjadi hitam pekat itu dan diduga tercemar limbah pabrik sagu telah menyebabkan habitat semisal ikan yang selama ini hidup mendadak saja mati terapung. 

Peristiwa itu sebagaimana diketahui warga setempat Muhammad Razali,55 tahun. Menurutnya, kejadian itu mulai terjadi sejak 29 Januari 2020, sekitar pukul 09:00 Wib. Warga Gampong Arusan, Kecamatan Kembang Tanjong ini menyebutkan, karena air sungai tercemar limbah, warna air berubah menjadi hitam pekat.
Akibatnya, ikan di sungai mati terapung.

“Berat dugaan warga, bahwa pencemaran air sungai itu penyebabnya oleh aktivitas pabrik sagu yang berada di hulu sungai yang mungkin saja membuang limbahnya ke sungai. Hal sama sebelumnya juga pernah terjadi, penyebabnya  tidak lain adalah disebabkan oleh aktivitas pabrik sagu, “kata Razali. 

Kami selaku warga yang berdiam di sepanjang DAS krueng itu sangat berharap kepedulian pihak berwenang untuk menindaklanjuti peristiwa yang merugikan banyak masyarakat itu.

Dimana, warga berharap, aparat berkompeten dapat mengusut penyebab tercemarnya air sungai di sepanjang Kecamatan Kembang Tanjong.

Pasalnya, selain dapat merusak lingkungan, sungai ini juga merupakan tempat anak-anak bermain.

Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pidie, Safrizal, SSTP, MEc Dev pernah mengatakan, pihaknya telah mengambil sampel air sungai yang diduga tercemar tersebut limbah tersebut dan akan mengujinya di laboratorium untuk memastikan kandungan didalamnya.

Disebutkan Safrizal, jika hasil uji laboratorium nantinya terbukti atau menunjukkan pencemaran karena limbah pabrik sagu, maka akan menindaklanjuti pabrik tersebut sesuai UU yang berlaku.

Termasuk menghentikan operasi pabrik sagu tersebut, “katanya. | rusli ismail |

Sponsored:
Loading...