Breaking News

Sudah Merana Sebelum Corona

Sudah Merana Sebelum CoronaFoto syafrul
Aminah dan anaknya

BERITAMERDEKA.NET - Ia membetulkan duduknya yang tanpa alas. Bersila tepat dibawah lampu merah, simpang empat kota. Dihadapan ada wadah kecil berisikan recehan. Mulutnya komat kamit, entah apa yang diucapkan. Sesekali ia memohon pada orang melintas, " sedekah pak, sedekah Bu",ujarnya memelas.

Wanita paruh baya itu, Aminah, 35 tahun. Kulitnya hitam legam terpapar matahari. Pakaiannya lusuh terlihat jarang diganti. Ditempat itu dari pagi hingga sore. Tidak hanya sendiri ditempat itu, bersama dua anaknya yang masih kecil, Anisa 3 .tahun, tertidur pulas beralaskan koran tepat disampingnya. Sedang Amir, 5 tahun, sibuk bermain berlarian ke sana kemari, "Hati hati banyak kendaraan", mengingatkan anaknya.

Secara umum di negara ini dan khususnya aceh. Masyarakat dengan kasta paling rendah masih banyak dijumpai. Aminah, warga sangat miskin luput dari perhatian semua pihak. Tempat tinggalnya lusuh di Gampong Kecamatan Sungai Raya, Aceh Timur, jauh dari kenyamanan, menyambung hidup dengan mengemis, sungguh miris.

Tak dapat dipungkiri, Aceh merupakan provinsi kaya akan sumber daya alamnya. Minyak, gas bumi, perkebunan dan hasil bumi lainnya. Satu lagi yg harus diingat, Aceh dengan undang undang otonomnya terbit pasca konflik memiliki legitimasi yg sangat besar pengaruhnya untuk mengatur pemerintahan, sosial budaya, politik dan ekonomi. Kalau dikalkulasikan dengan pendapatan bagi hasil dan anggaran belanja Profinsi aceh setiap tahunnya, mustahil masyarakat Aceh masih ada dibawah garis kemiskinan.

Terlebih lagi, kondisi sekarang. Wabah Corona telah menghantui seluruh masyarakat dunia. Pemerintah pusat termasuk daerah (Provinsi Aceh) berjibaku mencari cara untuk memutuskan mata rantai penularan virus. Berbagai kebijakan diambil untuk mencegah penularan.

Kebijakan tersebut juga seperti dua mata pisau, di satu sisi untuk mencegah berjangkitnya penularan virus dan disisi lain dapat berimbas pada kondisi sosial dan meruntuhkan stabilitas ekonomi masyarakat. Dan yang paling parah mereka mengantungkan hidupnya bekerja di sektor informal.

Tapi apa guna bagi Aminah, apapun kebijakan pemerintah tak memberikan berpengaruh bagi kehidupan janda anak dua ini. Ia tetap menyandang status, "PENGEMIS". Pernah suatu hari ianya melaporkan diri kepada aparat Gampong, namun tak ada tanggapan serius. "Saya sudah melapor ke geuchik". ungkapnya.

Terlebih sekarang ini, himbauan "Dirumah aja dan jam malam" menjadi petaka. Ia tak lagi dapat mengumpulkan uang receh. "Hanya dapat segini", jelasnya dengan wajah sendu, sambil menunjukkan wadah plastiknya.

Hari menjelang sore. Matahari sudah mulai hilang di ufuk. "Sudah waktunya pulang". Sebelumnya dia menghitung kepingan recehan dalam wadah satu persatu dan dimasukkan kedalam saku. Sambil menengadah keatas dengan tatapan kosong, "Alhamdulillah dan semoga CORONA segera diangkat Allah. " seraya bangkit dari duduknya. | syafrul |

Sponsored:
Loading...
Sponsored:
Loading...