Breaking News

Sri Mulyani Kembali Masuk Daftar 100 Wanita Paling Berpengaruh di Dunia

Sri Mulyani Kembali Masuk Daftar 100 Wanita Paling Berpengaruh di Dunia
Srimulyani

 Jakarta, BERITAMERDEKA.net - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kembali masuk ke dalam daftar The World's 100 Most Powerful Women versi Forbes. Kali ini Sri Mulyani berada di peringkat ke-78 dan ada Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati yang menempati urutan ke-25.

Sri Mulyani masuk ke dalam 100 perempuan paling berpengaruh di dunia versi Forbes sebagai Menteri Keuangan Indonesia, setelah sebelumnya pernah menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia.

Forbes menuliskan bahwa sebagai menteri keuangan, Sri Mulyani meningkatkan pendapatan negara melalui reformasi perpajakan yang akan memperluas layanan e-filing dan meningkatkan kepatuhan wajib pajak.

Tahun lalu pun, Sri Mulyani menerima penghargaan bergengsi sebagai Menteri Terbaik di KTT Pemerintah Dunia atas upayanya melaksanakan reformasi.

"Saat berada di Bank Dunia, dia menggunakan platformnya untuk mempromosikan kesetaraan gender," tulis Forbes. "Indrawati menjabat sebagai Menteri Keuangan Indonesia dari 2005 hingga 2010, membantu membimbing transisi negara dari otokrasi menuju demokrasi."

Sementara Nicke Widyawati masuk ke dalam daftar 100 perempuan paling berpengaruh versi Forbes itu sebagai perempuan kedua yang menjadi Direktur Utama di perusahaan pelat merah Indonesia. Meskipun, sebagai orang nomor satu di BUMN, pekerjaan Nicke dinilai sangat tergantung kepada keputusan pemerintah.

"Pada Juni 2020, seorang anggota kabinet mengatakan kepada pers lokal bahwa Widyawati 'masih yang terbaik' untuk peran itu dan 'mampu melaksanakan tugas apa pun yang diberikan kepadanya'," tulis Forbes.

Di bawah kepemimpinannya, Nicke membawa Pertamina meraup hampir US$ 55 miliar pendapatan pada 2019. Di periode tersebut pun, perseroan mencatat laba bersih sebesar US$ 2,5 miliar.

"Pada musim semi 2020, Widyawati meningkatkan ekspektasi investor dengan mengungkapkan bahwa ia mengharapkan 45 persen pendapatan perusahaan terdampak Covid-19," tulis Forbes.(*)

Sumber:tempo.co
Sponsored:
Loading...
Sponsored:
Loading...