Breaking News

SPBN Bantuan ADB Sudah Belasan Tahun Telantar

SPBN Bantuan ADB Sudah Belasan Tahun Telantar

Meureudu, BERITAMERDEKA.net - Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di komplek TPI (Tempat Pendaratan Ikan) Kuala Krueng Meureudu, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, sudah berlasan tahun terlantar. 

Proyek pembangunan SPBN itu dikerjakan pada tahun 2006 dengan menggunakan dana bantuan negara asing.

“Kami kecewa dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Pidie yang sengaja menelantarkan SPBN di TPI Kuala Krueng Meureudu. Seingat saya SPBN itu dikerjakan tahun 2006. Jadi sudah 14 tahun terbengkalai, “kata Muhammad, nelayan di Meureudu, kepada BERITAMERDEKA.NET, Minggu 21 Juni 2020.

SPBN Kuala Krueng Meureudu tidak berfungsi. Bahkan beberapa sisi SPBN itu terlihat seperti sudah berkarat.

Kondisi bangunan itu tidak terawat sehingga ada bagian yang telah rusak. Padahal nelayan akan sangat mudah membeli solar di SPBN tersebut jika stasiun itu berfungsi karena letaknya sangat dekat dengan lokasi pantai tempat bersandar boat-boat nelayan.

Muhammad menyebutkan, awal pembangunan proyek SPBN itu dengan dana bantuan asing, Asean Development Bank (ADB), dimana nelayan di Pidie Jaya dan khususnya Meureudu serta Meurah Dua sangat gembira.

Karena mereka berpikir dengan dibangun SPBN memudahkan nelayan dalam membeli/mengisi bahan bakar BBM. Salah satunya bisa menghematkan biaya transportasi bagi nelayan. Tapi, nyatanya saat proyek itu telah rampung dikerjakan, kini tidak dapat dimanfaatkan para nelayan.

“Pemkab harus cepat-cepat memfungsikan SPBN Kuala Pasi Peukan Baro itu, kalau tidak, bangunan itu lambat laun akan rusak karena tidak terawat, “kata Muhammad dibenarkan nelayan lainnya.  

Mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie Jaya dan anggota DPR Aceh, Ir H Sulaiman Ary mendesak Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pidie Jaya untuk menyempurnakan sekaligus memfungsikan SPBN di TPI Kuala Krueng Meureudu. Sebab, SPBN yang dibangun tahun 2006 hingga kini belum selesai.

“Fasilitas SPBN yang dibangun melalui bantuan asing, Asean Develoment Bank (ADB) sejak 2006 lalu hingga kini belum dapat difungsikan.

Terbengkalainya proyek SPBN itu diduga karena ada permainan pihak rekanan dengan pihak terkait.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pidie Jaya, Ir H Kamaluddin mengatakan, sepanjang mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten, DPRK, dan provinsi, fasilitas SPBN akan dapat diwujudkan.| rusli ismail |

Sponsored:
Loading...
Sponsored:
Loading...