Breaking News

Sosok Ichsan, Wartawan Muda yang Fokus di Rubrik Olahraga

Sosok Ichsan, Wartawan Muda yang Fokus di Rubrik Olahraga
Ichsan Maulana, wartawan HRA. (Foto Nisa)

“Tampan,” kata ini cocok disandingkan dengan Ichsan Maulana. Sosok muda yang serius menekuni bidang jurnalistik sebagai jalan berkarir, menjadi jurnalis menurut Ichsan adalah hal yang menyenangkan, selain tidak terikat, seorang jurnalis juga memiliki pengaruh terhadap isu-isu atau pemberitaan, dibalut dengan kata “wajah dunia ada di tangan wartawan,” begitu sosok wartawan didefinisikan.

Ichsan adalah alumni Universitas Syiah Kuala (USK), Jurusan Ekonomi Pembangunan. Bak banting stiur, Ichsan memilih menulis sebagai jalan untuk profesinya. Pria berkulit putih kelahiran Bireuen, 18 Agustus 1994 ini menyukai bidang olahraga sebagai rubrik beritanya. Dirinya pernah meraih predikat wartawan terbaik rubrik olahraga 2019 lalu. Namanya kian melejit, tulisan nya pun menjadi referensi untuk banyak orang.

“Saat banyak orang memilih politik, hukum, dan kriminal, saya memilih olahraga. Alhamdulillah hal itu membuahkan hasil, setiap ada event di tingkat nasional tentang olahraga, yang dihubungi adalah saya,” tutur Ichsan, awal pekan kemarin.

Lugas dan lantang saat berbicara menjadi hal yang  menarik dari sosok Ichsan, ia telah menggeluti bidang tulis-menulis sejak SMA, seperti menulis opini atau essay. Saat di USK, Ichsan sudah mengisi kolom rubrik olahraga di Media Massa Harian Rakyat Aceh, hal yang cukup mengagumkan dari sosok muda yang memiliki wajah mungil ini.

Berangkat dari kebiasan menulis dan menghasilkan berita yang menarik, Ichsan awalnya tidak menyangka dirinya akan terjun ke dunia jurnalistik, karena lebih menyukai menjadi penulis lepas, lalu tepat dua hari setelah lulus kuliah, Ichsan dipercayakan dan mendapat tawaran menjadi wartawan di Media Cetak Harian Rakyat Aceh, tidak ingin melewati kesempatan emas tersebut, Ichsan menyetujuinya.

Menjadi wartawan tentu hal yang sangat menyenangkan, namun tetap ada keresahan tersendiri, seperti maraknya wartawan tanpa kejelasan identitas dan legalitas membuat profesi wartawan kian tercoreng, menurut Ichsan, baiknya ini menjadi perhatian dari organisasi-organisasi profesi, seperti Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) ataupun Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI).

“Tentu ini harus menjadi perhatian, termasuk kita sebagai wartawan, meningkatkan kompetensi kita sebagai seorang jurnalis,” kata Ichsan.

Sambil menarik masker yang sedang dipakainya, Ichsan menuturkan harapannya sebagai seorang wartawan, jika anda wartawan jadilah wartawan yang menjujung tinggi profesioanlitas dan Kode Etik Jurnalistik yang menjadi batasan profesi kita, jangan hanya karena ikut-ikutan saja. |Nisa|

Editor:
Iklan BM Bank Aceh
Sponsored:
Loading...
Iklan BM DPRA
Sponsored:
Loading...