Breaking News

Soroti Dana Hibah Salah Sasaran, Jang-Ko Nilai Pemerintah Aceh Abaikan Petani Kopi 

Soroti Dana Hibah Salah Sasaran, Jang-Ko Nilai Pemerintah Aceh Abaikan Petani Kopi 

Takengon, BERITAMERDEKA.net - Pemerintah Aceh melalui keputusan Gubernur Aceh Nomor 426/1675/2020 tentang penetapan penerima dan besaran dana hibah kepada badan lembaga/organisasi swasta dalam rangka penanganan corona virus disease 19 Provinsi Aceh tahun 2020 sebanyak Rp. 9.597.000.000.

Jaringan Anti Korupsi Gayo (Jang-Ko) menilai peruntukkan bansos tersebut tidak memiliki skala prioritas sebagai biaya penanggulan covid-19 yang telah mendera wilayah Indonesia khususnya Aceh selama 10 bulan terakhir. Sebab, dari 100 lembaga penerima bantuan hibah tersebut tidak tepat sasaran.

Saradi Wantona selaku Divisi Kebijakan Publik dan Anggaran JAringan Anti Korupsi Gayo (Jang-Ko) menyampaikan kepada BERITAMERDEKA.net, Kamis (14/1/2021). Dana hibah tersebut tidak menyentuh masyarakat kecil dan Pemerintah Aceh tidak serius mengatur kepentingan masyarakat luas.

“Gubernur seperti sedang membangun kelompoknya sendiri, kucuran dana yang besar itu tidak akan berdampak pada penguatan ekonomi masyarakat Aceh, hanya program populis yang tidak efeketif sama sekali,” tutur Saradi.


Saradi melanjutkan, Wilayah tengah Aceh seperti Kabupaten Aceh Tengah, Bener meriah, dan Gayo Lues yang merupakan sentra penghasil kopi mengalami paceklik yang berat dengan merosotnya harga kopi sejak pandemi covid-19 melanda dunia.

Anjloknya harga kopi hingga 60 persen, pendapatan ekonomi masyarakat menurun drastis. Berdasarkan data yang tersedia jumlah produksi kopi untuk wilayah Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah adalah 66,249,275 ton/tahun. Dengan perkiraan produksi sebanyak 5.520,77 ton.

Berdasarkan data yang dirilis dari situs setda acehprov, jumlah masyarakat petani yang memiliki usaha perkebunan kopi ditaksir mencapai 78.624 KK yang tersebar ditiga Kabupaten yakni, Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues. Dengan luas lahan mencapai 101.473 Ha dengan total produksi sebanyak 61.761 ton per tahun atau dengan rata-rata produksi 773 ton/hektar.

Estimasi realisasi berdasarkan data dinas perdagangan Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah dalam kurun Januari-April 2020 sebanyak 22,083 ton. Sedangkan belum terealisasi yang dihitung dari bulan Mei-Desember 2020 adalah sebanyak 44,160 ton.

Jang-Ko menyimpulkan Pemerintah Aceh tidak peduli terhadap petani kopi. Pohakbya menyebutkan sampai saat ini tidak ada kejelasan terhadap skema bantuan untuk petani-petani di wilayah Tengah.

"Seharusnya Pemerintah Aceh melihat persoalan ini dengan serius dan memberikan stimulus pembiayaan untuk membantu petani-petani kopi di wilayah Tengah Aceh," tutup Saradi. | romadani |

Sponsored:
Loading...
Sponsored:
Loading...