Breaking News

Soal  Kematian Ustaz Maaher di Tahanan Mabes Polri,  Komnas HAM Panggil Sejumlah Jenderal 

Soal  Kematian Ustaz Maaher di Tahanan Mabes Polri,  Komnas HAM Panggil Sejumlah Jenderal 
Almarhum Ustaz Maaher At-Thuwailibi   

Jakarta, BERITAMERDEKA.net - Soni Eranata alias Ustaz Maaher At-Thuwailibi meninggal dunia di rumah tahanan (rutan) Bareskrim Polri. Peristiwa itu membuat Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) akan memanggil sejumlah jenderal di Mabes Polri. 

"Komnas HAM RI akan menerima keterangan dan penjelasan secara langsung dari pihak Kepolisian terkait kasus meninggalnya almarhum Ustaz Maaher At-Thuwailibi," ujar Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam melalui keterangan tertulis, Kamis 18 Februari 2021.

Pertemuan tersebut dijadwalkan pada hari inu pukul 14.00 WIB, bertempat di Kantor Komnas HAM RI, Jakarta. Anam mengatakan bahwa pemanggilan tersebut untuk meminta penjelasan lebih lanjut dari pihak kepolisian.

Sebelumnya, pihak Komnas HAM telah mengirimkan surat pemanggilan tersebut beberapa waktu lalu, terkait meninggalnya Ustaz Maaher. "Untuk mendapat keterangan dan penjelasan perihal kasus meninggalnya almarhum Ustaz Maaher At-Thuwailibi," ujarnya.


 

Diketahui, pada Desember 2020 penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap Ustaz Maaher At-Thuwailibi alias Soni Eranata terkait unggahan ujaran kebencian di akun media sosial Twitter @ustadzmaaher_.

Polisi menangkap tersangka untuk menindaklanjuti adanya laporan polisi bernomor LP/B/0677/XI/2020/Bareskrim tertanggal 27 November 2020.


Terkait hal itu, ia diduga melakukan tindak pidana menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).

Hal itu, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 ayat (2) Jo Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Sementara itu, Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Argo Yuwono menjelaskan bahwa, Maaher ditahan di rumah tahanan (rutan) Bareskrim Polri sejak tanggal 4 Desember 2020 lalu. Dalam proses penahanan, Argo mengatakan bahwa Maaher merasakan sakit.

Selanjutnya, masih kata Argo, penjaga tahanan, dokter yang mengawasi, dan penyidik berkirim surat ke RS Polri agar dilakukan perawatan. Kadiv Humas Polri itu mengatakan perawatan perawatan terhadap almarhum tak hanya dilakukan sekali dan setiap hari ada hasilnya.

"Ada rekam medis artinya dari keterangan dokter menyatakan yang bersangkutan adalah sakit ini, hasil lab ada kita cek semuanya," kata Argo sambil memperlihatkan data rekam medis Ustaz Maaher, di Gedung Humas Polri, Selasa 9 Februari 2021.(*)

Sumber:Reqnews
Sponsored:
Loading...
Sponsored:
Loading...