Breaking News

Bank Aceh

Simpang Lhee Gampong Bawang Merah

Simpang Lhee Gampong Bawang Merah
Salah seorang petani sedang merawat bawang merah | foti rusli ismail

DIBUTUHKAN waktu sekira 15 menit mencapai Desa Gampong Dayah Blang, Simpang Lhee, Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Pidie dari pusat Kota Sigli. Dengan menelusuri jalan beraspal, BERITAMERDEKA tiba di kawasan yang penuh hamparan sawah dan pertambakan ikan penduduk.

Simpang Tiga yang terletak di sebelah utara dan agak ke arah timur dari Kota Sigli, dan hanya berjarak 700 meter dari bibir Pantai Mantak Tari itu. Manyoritas masyarakatnya petani dan nelayan, dan hampir 40 persen diantaranya menggantungkan hidup dengan menanam bawang merah sebagai mata pencaharian.

Mustafa, 55 tahun, salah  seorang petani bawang merah di Gampong Dayah Blang, Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Pidie itu saat ditemui BERITAMERDEKA.net, Minggu 14 Juni 2020 menjelaskan, pada awalnya masyarakat umumnya hidup sebagai nelayan, bertanam padi dan sebagian berkebun. Namun sejak beberapa waktu lalu, ada seorang warga yang memulai menanam bawang merah. Hasil panennya melimpah serta mendatangkan uang banyak, sehingga masyarakat mulai melirik tanaman bawang merah sebagai alternatif.

Hingga saat ini, kata  Mustafa, lebih seratusan warga yang mulai menjadikan kebun-kebun dan lahan kosong mereka untuk ditanami bawang merah.

Salah seorang petani bawang merah, menjelaskan, kendala dihadapi petani saat ini adalah ketidakpastian harga, dan maraknya bawang impor. Petani itu mengatakan, jika harga pasar stabil, para petani akan meraih untung yang lumayan, sebab hanya butuh waktu dua bulan untuk panen.

Di lahan miliknya yang luasnya mencapai 10.000 meter persegi, dia menanam bawang dan cabai merah yang dibuatnya dengan sistem tumpang sari. “Untuk satu hektare lahan, dibutuhkan bibit bawang merah sebanyak 1 ton, “jelasnya.

Dari satu hektare lahan yang ditanam bawang merah, akan menghasilkan 12 ton. “Dalam setahun bisa panen tiga kali, “sebutnya.

Soal omset per tahun, petani tidak menjawab, tetapi penghasilan yang didapat setelah dipotong biaya operasional cukup membiayai hidup sehari-hari. “Rata-rata harga bawang merah di pasar per kilogram Rp.20.000, dan setiap dua bulan panen menghasilkan 12 ton atau 12.000 kilogram, silahkan dijumlah sendiri, “katanya.

Untuk perawatan dan bercocok tanam, dia mengaku tidak sulit, karena hanya dibutuhkan pupuk kandang atau kompos menghasilkan bawang berkualitas. “Tidak ada penggunaan pupuk buatan ataupun penyemprotan insektisida, “ujarnya.

Harga Turun

Namun saat ini, pasaran bawang merah sedang jatuh. Jika biasanya harga jual Rp.28.000 hingga Rp.30.000 perkilogram, sekarang Rp.18.000 hingga Rp.20.000 per kilogram.

Untuk itu, dirinya berharap pemerintah dapat melakukan langkah-langkah untuk stabilitasi harga, sebab yang dibutuhkannya dan ratusan petani lainnya adalah kepastian harga. “Kita tidak harap bantuan apapun dari pemerintah, yang dibutuhkan petani stabilitas harga saja, “sebut dia.

Ditambahkan Mustafa, hamparan sawah yang luas di Kecamatan Simpang Tiga, penuh dengan tanaman bawang merah. Setidaknyam, kata dia, terdapat 50 gampong (desa) di kecamatan pesisir itu yang terbagi dalam tujuh kemukiman. Lazimnya masyarakat menanam bawang merah dua hingga tiga kali dalam setahun dari April hingga Oktober setelah panen padi. 

Sementara Saiful 48 tahun, petani lainnya di Gampong Blang, Kemukiman Mangki, Simpang Tiga, menanam bawah merah pada lahan sawah seluas sepuluh are bijeh. Dikatalan, sebelum menanam, terlebih dulu lahannya dibajak pakai traktor hingga membuat sejumlah pematang, Lahan seluas 10 are itu dibutuhkan modal sekira 800.000 untuk ongkos bajak.

Selanjutnya lahan yang sudah terbentuk pematang itu ditutupi menggunakan plastik yang dibeli dengan harga Rp.250.000 per bal dengan ukuarn 250 meter, itu belum termasuk biaya melubangi Rp.100.0000 dalam satu bal, kata Saiful.

Di lahan tanaman bawang itu juga disiapin sumur bor sebagai sumber air menyiram tanaman bawang merah dengan biaya sekali bor Rp.300.000. “Air dalam sumur bor itulah saya sodot dengan menggunakan mesin pompa untuk menyiram tanaman semusim itu, “ujar Saiful lagi

Setelah semua persiapan lahan rampung, langkah selanjut melakukan penanaman benih bawang merah di 15 pematang yang telah disiapin. Harga bibit bawang itu dibeli Rp.50.000 per kg dengan menghabiskan 70 kg bawang merah.

Tak hanya itu modal juga masih diperlukan untuk membeli pupuk dan pestisida serta biaya perawatan lainnya. Bahkan jika sering diguyur hujan akibat buruk terhadap pertumbuhan tanaman bawang merah sekaligus akan berpengaruh terhadap hasil panen.

Selain itu juga yang menjadi tantangan adalah hama ulat umumnya mendera tanaman bawang merah itu. “Saat itu membutuhkan biaya perawatan yang banyak untuk membeli racun hama.n Bila dibiarkan tanpa dilakukan penyemprotan, maka dipastikan tanaman bawah itu akhirnya akan mati, “ujar ayah empat anak itu.| rusli ismail |

Sponsored:
Loading...