Breaking News

Bank Aceh

Siapa Bermain, 354 Dus Rokok Sitaan Bea Cukai Raib.

Siapa Bermain, 354 Dus Rokok Sitaan Bea Cukai Raib.
Rokok Seludup Raib Entah Kemana

Langsa | BERITAMERDEKA.net - Kapal motor GT berbendera Indonesia itu, perlahan menurunkan jangkarnya diseputaran pelabuhan Kuala Langsa. Setelah sebelumnya kapal itu ditinggal para penghuninya di perairan Peureulak. Rupanya para nakhoda dan awak kapal sudah mengendus kedatangan pihak Bea Cukai.

Sebanyak 1.020 kardus rokok ilegal asal Thailand ditemukan pihak bea cukai di lambung kapal.

Siang menjelang sore itu, para pekerja pelabuhan Kota Langsa dan petugas KPPBC sibuk membongkar isi lambung kapal. Satu demi satu bungkusan kardus besar itu di angkut ke mobil bak terbuka guna dipindahkan ke kantor bea cukai Langsa. Selasa 12 April 2020.

Bongkar muat berlangsung mulus, beberapa kali mobil angkutan itu bolak balik ke pelabuhan dikarenakan banyaknya jumlah kardus yg diangkut.

Bongkar muat itu dilakukan dimulai sekitar pukul 16.30 WIB hingga pukul 22.00 WIB. Hasil bongkar itu awalnya diangkut menggunakan mobil dum truck.

Angkutan kedua, dengan menggunakan dum truk lainnya untuk mengangkut barang ilegal tersebut ke Kantor KPPBC setempat di Jalan Cut Nyak Dhien Gampong Jawa, Kecamatan Langsa Kota.

Setelah semua barang dalam kardus itu sampai di kantor KPPBC Langsa, para petugas mencoba hitung kembali. Sangat mengejutkan, hasil akhir dari hitungan itu, hanya 666 dus yang ada.

Sementara hasil akhir hitungan tersebut tidak sesuai dengan rilis pers pihak Bea Cukai yang menyebutkan 1.020 kardus.

Selisih hitungan sebesar 354 kardus entah kemana. Raibnya rokok merk Luffman itu menjadi perhatian semua pihak karena pada pres rilis Kanwil Bea Cukai Aceh menyebutkan ada sebanyak 1.020 kardus yang diamankan barang bukti rokok ilegal itu yang telah diberitakan beberapa media.

Kasi KIP BC pada KPPBC Tipe Pratama Kuala Langsa, Iwan Kurniawan, saat dikonfirmasi wartawan, melalui telepon selulernya, membantah tudingan telah melakukan penggelapan 354 kardus rokok ilegal.

“Terkait selisih jumlah awal yang disampaikan merupakan perhitungan perkiraan pada saat dilakukan penindakan.

Kendati demikian, untuk jumlah  pastinya akan diketahui setelah ada proses pencacahan,” kata Iwan melalui selulernya pada awak media, Rabu, 15 April 2020.

Sebelumnya, sebagaimana diberitakan banyak media berdasarkan siaran pers, bahwa Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Aceh bersama Bea Cukai Kuala Langsa dan Kanwil Khusus Bea Cukai Kepulauan Riau (Kepri) berhasil menggagalkan penyelundupan 10,2 juta batang rokok ilegal asal Thailand senilai Rp10,363 miliar, yang coba dimasukkan ke Aceh.

Kabid Humas Kanwil Bea Cukai Aceh, Isnu Irwantoro mengungkapkan, penangkapan kapal penyelundup rokok ilegal itu dilakukan pada Minggu, 12 April 2020 di perairan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur.

Rokok merek “Luffman” yang tidak dilekati pita cukai itu dikemas dalam 1.020 kardus. Masing-masing berisi 50 slop rokok, setiap slop terdiri dari 10 bungkus rokok kemasan 20 batang. Lalu, kenapa hasilnya berubah setelah bongkar. Apakah salah estimasi, atau memang raib.|syafrul|

Sponsored:
Loading...