Breaking News

Shabela Abubakar Sedih Tidak Dapat Divaksin Pertama Karena Terhalang Kesehatan

Shabela Abubakar Sedih Tidak Dapat Divaksin Pertama Karena Terhalang Kesehatan

Takengon, BERITAMERDEKA.net - Bupati Aceh Tengah Drs, Sahabela Abubakar merasakan sedih dan kecewa karena tidak dapat menjadi orang pertama disuntik vaksin di kabupaten penghasil kopi Arabica tersebut.

Setelah melalui meja registrasi dan menuju tahap screening, kesehatan bupati dicek oleh tim vaksinator Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Datu Beru Takengon, beberapa pertanyaan dijawab oleh Shabela Abubakar yang berhubungan dengan penyebaran covid 19.

Tensi dan gula yang teralu tinggi akhirnya pihak vaksinator menyatakan bahwa orang nomor satu di Kabupaten Aceh Tengah tersebut tidak dapat disuntik vaksin. Namun pihaknya tetap menyatakan siap kepada pihak vaksinator untuk dilanjutkan suntik vaksin.

"Jika kesehatan saya seperti ini, apa efek samping buat saya jika tetap melakukan suntik vaksin, karena saya siap," tutur Shabela Rabu, (10/2/2021).

Selanjutnya pihak petugas vaksinasi menyebutkan bahwa orang yang disuntik vaksin harus memenuhi kriteria screening. Akhirnya, Buapti Aceh Tengah berpesan kepada sejumlah wartawan bahwa ini semua bukan kehendak dirinya tapi memang terhalang kesehatan.

"Kami ingatkan ya, ini bukan kemauan saya, saya ingin divaksin pertama kali di Kabupaten Aceh Tengah. Namun pihak vaksinator yang tidak membolehkan, tanyak mereka apa alasannya," sebut Shabela.

Selanjutnya Bupati Aceh Tengah meninggalkan meja screening duduk dibkursi yang sudah disediakan sembari menunggu sejumlah Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mendapat giliran untuk disuntik vaksin.

Dihadapan sejumlah wartawan yang hadir Bupati Aceh Tengah menyebutkan sebelumnya mengetahui bahwa orang yang berusia 59 tahun lebih tidak dapat divaksin. Sedangkan saat ini Shabela Abubakar sudah berusia 64 tahun.

"Sudah terbit satu peraturan dari menteri kesehatan bahwa orang yang berusia lanjut diperbolehkan untuk divaksin," tutur Shabela.

Kesedihan dan rasa kecewa Shabela Abubakar yang seharusnya bisa menjadi orang pertama divaksin ternyata gagal, menurutnya untuk meyakinkan masyarakat bahwa vaksin sinovac aman dan halal nyaitu dengan dirinya disuntik vaksin pertama kali dapat memberikan contoh kepada masyarakat.

"Walaupun saya tidak divaksin. Saya beritahukan kepada masyarakat tidak usah takut untuk divaksin, tidak akan ada efek samping karena sudah terjamin aman dan halalnya," ungkap Sahabela.| ROMADANI |

Sponsored:
Loading...
Sponsored:
Loading...