Breaking News

Bank Aceh

Setelah Diterjang Badai Tahun Lalu, Gedung Pengolah Ikan Asin tak Bisa Beroperasi

Setelah Diterjang Badai Tahun Lalu, Gedung Pengolah Ikan Asin tak Bisa Beroperasi

Setelah Diterjang Badai Tahun Lalu, Gedung Pengolah Ikan Asin tak Bisa Beroperasi

Tapaktuan, BERITAMERDEKA.net -
Gedung tempat pengolahan ikan asin di Gampong Ujung Pulo Rayeuk, Kecamatan Bakongan Timur, Aceh Selatan tidak beroperasi lagi.

Gedung yang dibangun pada tahun 2015 itu, diterjang badai tahun lalu. Sejak peristiwa tersebut, gedung yang sangat berguna bagi nelayan dan perajin ikan asin tidak bisa digunakan lagi.

Keuchik Gampong Ujung Pulo Rayeuk, Harlizar kepada wartawan di Tapaktuan, Minggu (21/6/2020) mengatakan, tidak beroperasinya gedung pengolahan ikan asin itu, karena atap gedung mengalami kerusakan akibat diterjang badai pada tahun 2019 lalu.

"Atap gedung sudah lama rusak, ikan asin tidak diproduksi lagi. Akibatnya harga ikan basah sangat anjlok karena daya tampung untuk ikan asin berkurang," ungkapnya.

Selain itu, lanjutnya, tidak beroperasinya gedung pengolahan ikan asin itu juga berdampak terhadap ekonomi warga yang selama ini menggeluti usaha ikan asin.

"Oleh karena itu, kami mengharapkan kepada Pemkab Aceh Selatan melalui dinas terkait agar segera memperbaiki atap gedung pengolahan ikan asin demi kelancaran ekonomi di Gampong Ujong Pulo Rayeuk," harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Selatan Dzumairi S.Pi MT ketika dikonfirmasi secara terpisah menjelaskan, pihaknya telah menerima laporan kerusakan itu.

"Tetapi tahun ini tidak ada anggaran dan kita akan upayakan menganggarkan untuk perbaikan atap gedung pengolahan ikan asin itu pada tahun 2021," jelasnya. |yati|

Sponsored:
Loading...