Breaking News

Bank Aceh

Setelah Delapan Tahun Dikelola, Modal Awal BUMG 'Raib' Rp 200 Juta

Setelah Delapan Tahun Dikelola, Modal Awal BUMG 'Raib' Rp 200 Juta

Langsa, BERITAMERDEKA.net -
Diduga tidak transparan dalam pengelolaan dana BUMG dan selama 2012 hingga 2019 tidak ada LPJ. Bahkan Modal awal sebesar Rp 700 Juta, kini setelah delapan tahun menjadi Rp 500 Juta.

Masyarakat minta kepada perangkat untuk melakukan musyawarah dan warga Gampong Geudubang Aceh KecamatanLangsa Baro Kota Langsa, mempertanyakan tentang susutnya modal awal sebesar Rp 200 Juta.

Selama delapan tahun dikelola, banyak program bisnis yang dilakukan. Karena tidak transparan, BUMG tersebut mengalami kerugian.

Dalam musyawarah Gampong Geudubang Aceh Kecamatan Langsa Baro Kota Langsa, yang dihadiri oleh Geushik Gampong, perangkat Gampong dan juga dihadiri oleh tokoh dan puluhan masyarakat yang berlangsung di aula pengajian Mesjid Jamiek Al Falah Gampong Gedubang Aceh, Sabtu 25 Juli 2020.

Dari pantauan, musyawarah yang dipimpin oleh ketua Tuha Peut Herman terkesan alot, masyarakat terus mendesak dengan sejumlah pertanyaan.

Mariya Isnaini, SP selaku ketua BUMG kewalahan menjawab ketika warga menanyakan sejumlah lembu yang selama ini menjadi program pengemukan dan kambing yang menjadi bidang usaha.

Dari pemaparan Mariya, pengunaan anggaran tersebut lebih banyak anggaran diperuntukkan simpan pinjam kepada warga yang hingga kini belum lunas dibayar.

Salah seorang tokoh masyarakat Amir Hamzah mengatakan, seharusnya sesuai Permendes no.4 Tahun 2015, pertanggung jawaban dan musyawarah umum Gampong sekurang kurangnya 1 kali dalam setahun wajib dilakukan.

Kata dia lagi, mengenai usaha BUMG tersebut sangat susah diakses oleh masyarakat gampong, tentunya hal ini menimbulkan kecurigaan terhadap kegiatan usaha BUMG.

Selanjutnya Amir Hamzah disaat musyawarah gampong mengkritisi laporan modal awal BUMG sebesar Rp.700 juta namun setelah kurun waktu 8 tahun berjalan di kalkulasikan hanya tersisa aset dan uang piutang diperkirakan sebesar. Rp. 500 juta.

"Katanya modal uang tunai sebesar Rp.700 juta tapi sekarang hanya Rp.500 juta berupa aset dan piutang, pertanggung jawaban yang dipaparkan tidak berupa fakta yang dibeberkan, namun hanya laporan laporan yang tak dapat dipahami masyarakat," kata Amir.

Karena itu menurut Amir Hamzah, dengan keadaan laporan BUMG tersebut dapat dikatagorikan "minus".

Pada kesempatan itu Geuchik Gampong Geudubang Aceh Zulkifli mengatakan, meminta kepada ketua BUMG untuk segera membuat laporan pertangung jawabkan.

Selanjutnya, kata Geuchik kedepan akan membuat pengumuman pencalonan ketua BUMG yang baru, hal ini dimaksudkan agar dapat melaksanakan usaha milik Gampong tersebut. |syafrul|

Sponsored:
Loading...