Breaking News

Setelah Berstatus Zona Hijau, Shalat Jumat di Aceh Makin Membludak

Setelah Berstatus Zona Hijau, Shalat Jumat di Aceh Makin Membludak

Banda Aceh, BERITAMERDEKA.net - Semangat umat Muslim menjalankan ibadah, terutama shalat, usai Ramadhan dan Lebaran Idul Fitri masih tinggi. Pantauan BERITAMERDEKA.net dan laporan beberapa pengurus Badan Kemakmuran Masjid (BKM) di sejumlah masjid, suasana pelaksanaan shalat lima waktu dan shalat Jumat, masih terlihat ramai. Tidak jauh berbeda seperti saat bulan Ramadhan.

Pantauan BERITAMERDEKA.net sejumlah masjid dan keterangan para jamaah di Banda Aceh. Di antaranya Masjid Besar At-Taqwa Seutui, Masjid As-Sadaqah Lamlagang, Masjid Makam Pahlawan, dan Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh. suasana shalat jumat terlihat ramai.

Sekitaran pukul 11:30, para jamaah mulai berdatangan ke masjid. Sembari menunggu tibanya pelaksanaan shalat Jumat, mereka melaksanakan shalat sunnah, dan beristirahat sejenak sambil ber-itikaf.

Pada saat shalat Jumat berjamaah dilaksanakan, para jamaah membentuk shaf lurus, rapi, dan rapat. Tidak ada lagi sistim jaga jarak yang diberlakukan pihak BKM, semuanya melaksanakan shalat dengan rapi.

Salah seorang pengurus Masjid Raya menyebutkan, masyarakat yang melaksanakan shalat saat ini meningkat dibanding tahun lalu. 

“Tahun lalu, setelah libur lebaran, jamaah shalat dhuhur hanya empat shaf saja. Tapi, tahun ini meningkat menjadi delapan sampai 10 shaf, “ujarnya.

Suasana serupa juga terlihat di Masjid Agung Al-Makmur Lampriet, Banda Aceh. Sejumlah shaf dipadati jamaah manyoritas pegawai negeri sipil (PNS) dari lingkungan Pemprov Aceh. Jumlah shaf shalat berjamaah pun masih sama dengan shaf saat bulan Ramadhan. Ratusan jamaah membentuk tujuh shaf dengan lurus, rapat dan rapi, tidak ada istilah jaga jarak lagi. 

Imam Masjid Agung Jamil Ibrahim mengatakan, banyaknya orang menjalankan ibadah setelah bulan Ramadhan menunjukkan kesungguhan mereka dalam menjalankan ibadah, sehingga dia mengamalkannya di kehidupan sehari-hari. 

“Keitiqamaan ini kembali kepada kualitas amal ibadah. Jadi keistiqamaan dapat terwujud karena hasil amalan ibadah yang ikhlas dan hasil amalan yang benar, “ujarnya.

Sementara itu, kondisi yang sama juga berada di Masjid As-Sadaqah Lamlagang, warga memadati masjid untuk melaksanakan shalat zuhur dan Jumat pasca libur Lebaran Idul Fitri.

Zona Hijau

Apalagi Provinsi Aceh merupakan daerah zona hijau Covid-19, sehingga tidak ada lagi sedikitpun rasa was-was bagi warga. Mereka antusias melaksanakan shalat Jumat ke masjid-masjid baik saat Ramadah maupun pasca Ramadhan ini masih sangat tinggi. “Jadi apalagi sekarang, Aceh sudah ditetapkan sebagai zona hijau Covid-19, masyarakat sudah bisa beraktivitas seperti biasa.

Sebagaiman beredar info di media sosial dengan mengutip seorang pakar mikrobiologi menyebutkan masyarakat Aceh sudah bisa beraktivitas seperti biasa mkarena daerah ini sudah ditetapkan sebagai zona hijau Covid-19.

Info itu mengutip keterangan dari Dr dr Zinayatul Hayati,M.Kes, SPMK, pakar mikrobiologi dan Ketua dokter spesialis mikrobiologi klinik Indonesia Aceh.

Penetapan daerah zona hijau itu ditetapkan sejak Selasa 26 Mei 2020, yag ditetapkan oleh Pusat sebagai zona hijau Covid-19. Meski sudah bebas beraktifitas, namun harus tetap menjaga kebersihan, misalnya mencuci tangan sebelum makan  

Diakui memang, walaupun tidak seramai Jumat-Jumat sebelumnya (awal Ramadahan), tapi jamaah benar-benar masih padat hingga Jumat akhir Ramadahan dan bahkan pasca Ramadhan, bahkan sebagian harus di teras dan ke lantai dua, “katanya.

Namun demikian pihak BKM masih belum membentangkan ambal tempat shalat yang telah digulung rapi sejak sebelum Ramadhan, pengurus masjid bersama remaja mesjid , tidak harus menyiapkan tempat sajadah ambal, karena seluruh ambal masjid telah digulung sejak wabah corona yang meresahkan jamaah khususnya jamaah masjid yang berada di pinggir jalan nasional Banda Aceh – Medan, karena khawatir tertular dari jamaah dari luar daerah.

Tgk. H. Marhaban yang sering disapa Cek Ban, selaku Ketua Umum pengurus Badan Kemakmuran Masjid (BKM) As-Sadaqah mengaku, momentum bulan Syawal adalah peningkatan amalan setelah Ramadhan bagi setiap muslim. “Ini memasuki Bulan Syawal, yang berarti peningkatan kualitas amalan, “ungkapnya. | rusli ismail |

Sponsored:
Loading...
Loading...