Breaking News

Sempat Tertunda, Akhirnya Gabah Petani Dilunasi Pemda

Sempat Tertunda, Akhirnya Gabah Petani Dilunasi Pemda
Bupati Simeulu melunasi pembayaran gabah milik petani. (Foto ALS)

Simeulue, BERITAMERDEKA.net - Sempat tertunda pembayaran gabah milik petani yang ditampung kilang padi yang dikelola Koperasi Oriza Sativa binaan Dinas Pertanian dan Pangan Simeulue, akhirnya Senin (12/04/2021), Pemda Simeulue melakukan pelunasan terhadap pembayaran gabah petani yang mencapai ratusan juta rupiah.

Pasalnya, sejak ditampung Januari hingga Februari, gabah petani yang dibeli Dinas Pertanian dan Pangan melalui koperasi belum dibayar dikarenakan faktor terlambatnya pencairan uang daerah pada APBK 2021.

Seperti diketahui bahwa hasil gabah padi yang ditampung Dinas Pertanian dan Pangan Simeulue merupakan hasil panen padi dari progam yang telah ditetapkan Pemda Simeulue dengan nama program bahasa lokal Simeulue "Humasa Sebel dan Khumaha Heba" (turun ke sawah secara serentak dengan skala besar).

Gabah petani yang ditampung mencapai puluhan ton tadi baru dapat dibayar kepada petani dilakukan Bupati Simeulue Erli Hasim di kantor dinas setempat.

 "Penundaan pelunasan gabah masyarakat selama ini, karena terlambatnya pembahasan APBK oleh pihak terkait, dan Alhamdulillah pada hari ini telah diselesaikan," ujar Erli Hasim.

Ia menambahkan para petani yang telah menyukseskan program Humasa Sebel - Kumaha Heba agar tetap semangat dalam membantu program pemerintah dalam meningkatkan ketahanan pangan di Kabupaten Simeulue.

Pembayaran lunas gabah petani yang telah dilakukan Bupati Erhas, demikian sapaannya bupati, bersumber dari dana APBK 2021 berjumlah Rp 200 juta lebih.

Bupati menyebutkan, keterlambatan pembayaran gabah hasil petani ini bermula dari keterlambatan pembahasan APBK di dewan. Namun, Bupati berharap agar masyarakat bijak dalam menanggapi isu yang beredar di media sosial.

"Isu yang beredar di tengah masyarakat terkait keterlambatan pembayaran gabah petani ini, merupakan hasil dari sekelompok orang yang kurang bertanggung jawab, sehingga timbul penilaian yang kurang baik terhadap pemerintah", ujarnya. (ALS)

Editor:
Sponsored:
Loading...
Sponsored:
Loading...