Breaking News

Selama  Zona Merah, Warga Banda Aceh Dilarang Gelar Pesta Perkawinan, Sunat Rasul,dan Kenduri

Selama  Zona Merah, Warga Banda Aceh Dilarang Gelar Pesta Perkawinan, Sunat Rasul,dan Kenduri

Banda Aceh, BERITAMERDEKA.net - Walikota Banda Aceh mengintruksikan kepada para camat di wilayahnya untuk segera menghentikan berbagai kegiatan yang berbentuk kerumunan. Termasuk kegiatan pesta perkawinan, sunat rasul, dan kenduri untuk sementara ditiadakan. Himbauan larangan tersebut berdasarkan kondisi wilayah Kota Banda Aceh dalam status zona merah.

Instruksi penundaan yang disampaikan kepada para camat, tertuang dalam suar Nomor 300/044/2021, perihal penundaan kegiatan yang menimbulkan kerumunan. Dalam suar itu disebutkan sehubungan dengan Kota Banda Aceh berstatus zona merah, maka untuk mencegah penyebaran dan memutuskan mata rantai covid 19, diminta kepada saudara (camat) untuk menynda sementara segala bentuk kegiatan yang menimbukan kerumunan.

Surat tertanggal 8 Juni 2021 yang ditandatangani Kepala BPBD Kota Banda Aceh, Rizal Abdullah, atas nama Ketua Satgas Percepatan Penanaganan Covid 19 Kota Banda Aceh. Disebutkan juga, kegiatan masyarakat dapat dilaksanakan kembali, apabila Kota Banda Aceh, sudah keluar dari zona merah.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, peta zonasi risiko peningkatan kasus Covid-19 di Aceh, berdasarkan analisis data Pandemi periode 31 Mei – 6 Juni 2021, oleh Satgas Penanganan Covid-19 Nasional, Kota Banda Aceh, zona merah, dan Kota Subulussalam zona kuning. Sedangkan 21 kabupaten/kota lainnya merupakan zona oranye.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani secara tertulis kepada awak media massa di Banda Aceh, Selasa (8/6/2021).

“Kota Banda Aceh merupakan satu-satunya daerah zona merah di Aceh, saat ini,” tegasnya. Sementara itu, kasus positif baru di Aceh bertambah lagi 157 orang, pasien yang sembuh 68 orang, dan lima orang dilaporkan meninggal dunia., ucapnya.

Juru Bicara yang karib dengan panggilan SAG itu menjelaskan, hasil analisis data pandemi Covid-19 seminggu sebelumnya (periode 24 – 30 Mei 2021) tidak ada zona merah di Aceh, dan Banda Aceh merupakan zona oranye, bersama 22 kabupaten/kota lainnya. Zona merah dalam peta zonasi risiko Covid-19 Nasional merupakan daerah risiko tinggi kasus Covid-19.

Selain Kota Banda Aceh yang turun status ke zona merah, Kabupaten Nagan Raya, pada minggu lalu masih zona kuning kini kembali menjadi zona oranye. Satu-satunya daerah zona kuning di Aceh, Kota Subulussalam. Kota Subulussalam naik kelas dari zona oranye menjadi kuning sejak 23 Mei 2021. Zona kuning merupakan zona risiko rendah Covid-19.

Peta zonasi riziko Covid-19 itu, akan terkoreksi setiap minggu dan hal tersebut tergantung pada dinamika penanganan Pandemi Covid-19 di setiap kabupaten/kota. Peta zonasi risiko itu diukur berdasarkan indikatior epidemiologi, surveilans kesehatan masyarakat, dan pelayanan kesehatan di suatu daerah.

Kita berharap kondisi pandemi Covid-19 di Kota Banda Aceh, segera terkoreksi kembali dengan gencarnya operasi yustisi belakangan ini, sosialisasi protokol kesehatan, dan melakukan testing, tracing, dan peningkatan pelayanan rumah sakit. Upaya-upaya tersebut akan menekan kasus baru, meningkatkan kesembuhan, dan menekan jumlah yang meninggal dunia.(*) 

Sponsored:
Loading...