Breaking News

Selain Banjir, Pembangunan Rumah Relokasi Bantalan Krueng Langsa Belum Rampung

Selain Banjir, Pembangunan Rumah Relokasi Bantalan Krueng Langsa Belum Rampung

Langsa, BERITAMERDEKA.net -
Program rumah relokasi bagi warga bantaran Krueng Langsa masih terkendala. Pasalnya dari 103 unit rumah yang dibangun berada di Gampong Timbang Langsa, Kecamatan Langsa Baro Kota Langsa, Hanya 23 unit coupel yang siap ditempati/dihuni.

Sementaranya sisanya sebagian besar bangunan rumah relokasi tersebut diperkirakan masih 30% hingga 70% pembangunannya. Bahkan terlihat ada yang masih berupa pondasi saja, berdasarkan observasi ke wilayah tersebut.

Kepada Dinas PUPR Kota Langsa melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Darmawan yang dikonfirmasi, Senin (11/01/2021) mengatakan, bahwa perumahan itu dikerjakan dari 2 sumber anggaran.

"Pemko Langsa hanya membangun pondasi, selebihnya dari program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI," kata Darmawan.

Dijelaskan, pihaknya hanya membangun pondasi rumah sebanyak 103 unit dengan per unitnya menelan anggaran Rp 8 Juta ditambah biaya listrik dan air, satu paket kegiatan.

Sementara untuk dinding, atap dan material lain dibangun dengan biaya kementerian melalui program BSPS sebesar Rp 17.500.000. Namun apabila tidak mencukupi dana tersebut maka dibebankan/swadaya dari warga yang akan menempatinya.

"Benar bangunan tersebut banyak yang belum selesai. Namun, untuk pembuatan pondasi sudah diselesaikan, sementara untuk melanjutkan pembangunan rumah dari anggaran BSPS," tukas Darmawan lagi.

Kata Darmawan lagi, selanjutnya pembangunan rumah tersebut juga dibantu dengan Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Aceh, untuk pintu dan jendela.

Terkait instruksi Pemko Langsa kepada warga agar segera pindah ke perumahan tersebut, menurutnya itu untuk segmen pertama.

“Karena, program ini baru dilaksanakan sekira Agustus 2020 lalu, jadi belum dapat diselesaikan dan sudah diketahui Kementerian,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Langsa, Muharram, ST yang turut mendampingi petugas PPK menambahkan, apabila warga bantaran sungai tidak mau pindah ke kawasan relokasi bisa dialihkan kepada warga yang layak menerimanya.

"Secara bertahap warga pindah. Hal ini untuk mendorong percepatan pembangunan infrastuktur pendukung lainnya di kawasan itu," imbuh Muharram.

Disisi lain, seperti diberitakan sebelumnya, sebagian warga yang selama puluhan tahun tinggal di bantaran Krueng Langsa menolak pindah ke kawasan tersebut dikarenakan sejumlah fasilitas termasuk rumah belum 100% selesai.

Bahkan, Mulyadi salah seorang warga Dusun Rumah Potong Gampong Teungoh, Kecamatan Langsa Kota mengatakan, bahwa kawasan relokasi tersebut dilanda Banjir.

Mulyadi juga mengaku tidak memiliki uang yang cukup untuk melanjutkan pembangunan apabila rumah tersebut tidak selesai

"Siapa yang ngak mau dikasih rumah bang, cuma belum bisa dihuni karena belum siap, kawasan tersebut juga dilanda banjir," jelas Mulyadi beralasan. |syafrul |

Sponsored:
Loading...
Sponsored:
Loading...