Breaking News

Bank Aceh

Sekitar 722 KK di Bantaran Krueng Langsa Terendam Banjir

Sekitar 722 KK di Bantaran Krueng Langsa Terendam Banjir

Langsa, BERITAMERDEKA.net -
Kurang lebih 722 Kepala Keluarga (KK) yang tinggal di Daerah Aliran Sungai (DAS) terkena banjir masih bertahan di rumahnya masing masing, namun hanya baru dua Kepala Keluarga mengungsi.

Demikian dikatakan Plt. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Langsa, Rizha Pati SE kepada awak media, Kamis (5/11/2020), usai melakukan pendataan terhadap warga yang terkena banjir akibat luapan Krueng Langsa.

Lebih lanjut dikatakan, luapan air sungai akibat dari hujan deras yang mengenangi pemukiman warga tersebut di 6 Gampong di tiga Kecamatan.

Warga Masih Bertahan di Rumah

Diantaranya, Gampong Jawa sebanyak lebih kurang 240 KK di Kecamatan Langsa Kota. Gampong Pondok Keumuning sebanyak 15 KK, Gampong Seulalah Baru 180 KK, Gampong Sidodadi sebanyak 200 KK dan Gampong Pondok Pabrik 75 KK di Kecamatan Langsa Lama. Selanjutnya Gampong Geudubang Aceh, 12 KK di Kecamatan Langsa Baro.

"Saat ini Ketinggian air berkisar antara 50 sampai dengan 120 cm," ujar Rizha Pati.

Menurutnya, dikarenakan intensitas hujan tinggi dan tidak mampu menampung curah hujan sehingga air krueng Langsa meluap ke pemukiman warga di sekitar bantaran sungai.

"Luapan air krueng Langsa membanjiri pemukiman warga disepanjang bantaran DAS" ujar Rizha Pati.

Sementara pihaknya sedang menginventarisir jumlah kerugian yang dialami oleh warga akibat banjir.

Lebih lanjut dikatakan, sejumlah titik terdampak banjir, pihaknya mendirikan tenda untuk dapur umum, dikarenakan dapur rumah tangga warga terendam oleh air banjir.

"Tiga titik didirikan dapur umum yaitu di kawasan Tanjung Putus Gampong Jawa, Seulalah Baru dan Gampong Pondok Pabrik" ujarnya.

BPBD Kota Langsa menghimbau warga terutama pemukiman sekitar bantaran Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Langsa untuk tetap waspada di saat memasuki musim hujan.

Dikatakan lebih lanjut, Personil Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kota dalam penanganan bencana banjir yang terjadi siaga 24 jam.

"Kita terus melakukan monitoring, terutama dititik terparah terdampak banjir" kata Riza Pati.SE

Pihaknya juga telah membentuk tim dan petugas untuk menampung berbagai laporan dari warga terhadap penangan banjir.

Secara terpisah, hingga pukul 22:00 WIB salah seorang warga Gampong Jawa, Harja (30) mengatakan, tidak mengungsi meski terkena banjir, ia dan keluarga bertahan di rumah.

"Bertahan di rumah aja bang, air sudah mulai surut, namun tetap waspada karena hujan lebat masih mengguyur sampai sekarang," tukas Harja. | syafrul |

Sponsored:
Loading...
Loading...