Breaking News

Bank Aceh

Sejumlah Kawasan  Jadi Pasar Penganan Berbuka Puasa

Sejumlah Kawasan  Jadi Pasar Penganan Berbuka Puasa
Penjual penganan di kawasan Setui Banda Aceh | foto r ismail

BERBUKA merupakan saat yang ditunggu-tunggu bagi umat Islam yang menjalankan ibadah puasa di Bulan Suci Ramadhan. Aneka hidangan khas untuk memenuhi selera dengan tujuan menyemarakkan ibadah puasa sengaja disediakan suatu kenikmatan tersendiri.

Dari tingginya kebutuhan masyarakat tehadap kebutuhan akan berbagai jenis makanan, minuman dan berbagai jenis kue dan lainnya yang hanya timbul saat bulan suci Ramadhan tersebut, telah menjadi peluang usaha baru bagi sebagian masyarakat.

Maraknya bisnis menjual usaha makanan berbuka puasa tersebut telah menjadi rutinitas tahunan bagi sebagian pelaku usahanya, akibatnya berbagai kawasan di Banda Aceh seketika berubah menjadi pasar musiman walaupun hanya berlangsung sebulan.

Tidak hanya makanan berbuka yang menjadi peluang usaha baru, berbagai kebutuhan lebaran juga menjadi incaran pelaku usaha mulai dari dagangan kue kering untuk lebaran, manisan bahkan sampai makanan hari H lebaran.

Dari trotoar hingga emperan pertokoan dan emperan halaman masjid di sejumlah lintasan jalan dalam Kota Banda Aceh dan kota kabupaten serta kota kecamatan bahkan hingga pedesaan  menjadi pasar musiman akibat ramainya orang berdagang makanan dan kebutuhan Ramadhan lainnya. 

Kawasan yang berubah menjadi pasar musiman seperti Jalan Tgk. Di Blang, Jln. Teuku Umar halaman Masjid Al-Musyahadah, Seutui, Jalan atau halaman Masjid Taman Makam Pahlawan, Gampong Ateuk, Jl. Iskandar kawasan Ulee Kareng, dan sejumlah jalan di kawasan lainnya termasuk sekitar Halaman Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh.

Daerah yang pada saat hari biasanya tidak ada aktivitas apapun, selama Ramadhan berubah menjadi pemandangan yang menampilkan wisata kuliner menjelang senja dari panganan moder sampai khas tradisional ada dipajang.

Menurut Muhammad, pedagang musiman di Jalan Tgk Di Blang, Jumat 24 April 2020, setiap tahunnya telah melakukan aktivitas berjualan khusus makanan berbuka puasa, walaupun mendapat saingan dari ratusan pedagang lainnya tetapi ozet tetap tinggi, katanya.

Begitu juga dengan Rosnah pedagang musiman yang menjual pecal, di Jalan Hasan Saleh, kawasan Nusue, Banda Aceh, usaha dibuka sejak awal Ramadhan karena hari pertama puasa biasanya omzet sangat tinggi.

Sebagian besar umuat Islam masih sangat terfokus dengan acara berbuka puasa sehingga jumlah orang yang berbelanja makanan kebutuhan Ramadhan akan terus meningkat hingga pekan terakhir, sebutnya.

Kue Lebaran

Sementara itu pedagang kue lebaran seperti kue kering masih belum beraktivitas dan baru hanya memantau tempat strategi untuk berjualan nanti. “Kami pedagang kue lebaran yang berjualan musiman, masih belum beraktivitas karena lebaran masih lama. Tapi percayalah sekitar 20 Ramadhan kami akan turun ke jalan-jalan juga berjualan kue untuk keperluan lebaran Idul Fitri nanti, “kata Halimah, seorang pedagang kue lebaran.

Walaupu kebutuhan lebaran masih terlalu dini tetapi persiapan saat ini sedang dilakukan diantaranya bagi pedagang bengkang atau lebih dikenal dengan sebutan Adee telah memesan ke pedagang tepung dan bahan kue lainnya.

Persiapan sejak dini diawal Ramadhan tersebut harus dilakukan karena setelah dua pekan mendatang focus masyarakat akan bergeser penuh ke kebutuhan untuk lebaran, proses pembuatan kue lebaran tersebut tidak sebentar bisa menghabiskan waktu hingga sepekan.

Apalagi bahan yang dijadikan untuk kue dengan berbagai jenis tersebut juga banyak ragamnya, diantaranya kue keukarah dan ada kue yang ditaburi gula putih dan ada yang sedikit basah sehingga jika disentuh akan lengket gulanya, sebutnya.

Untuk tahun ini Halimah mengatakan akan menyediakan belasan jenis kue kering, tetapi tidak semua kue tersebut diproses sendiri, beberapa model dan jenis lainnya ada yang dipesan dan diimpor dari luar daerah, sebutnya.

Hal yang sama juga dilakukan Wati, salah satu pelaku usaha yang memanfaatkan peluang usaha di bulan Ramadhan ini khusus membuat pesanan kue kering mulai dari harga murah, menengah hingga mahal tergantung kualitas bahannya.

Kepada wartawan Wati menceritakan sepekan sebelum Ramadhan telah membuat belasan jenis kue dalam jumlah kecil sebagai sample atau contoh yang akan diberikan kepada para pelanggan yang sudah biasa memesan setiap tahun.

Contoh jenis dan model kue hasil industri rumah tangga tersebut ditata rapi dalam kemasan plastic ditempatkan teratur pada lembaran kertas tebal layaknya katalog produk pabrikan dapat lebih leluasa melihat contoh kue lebaran.

Kue yang dijajakan mulai kue bangkit, corn flake coklat, kue salju, hingga kue semprit, bawang, sapit dan kue tradisional lainnya disajikan agar memenuhi selera konsumen sementara soal harga tergantung kemampuan pembeli, katanya. | r ismail |

Sponsored:
Loading...