Breaking News

Sejarah Lahirnya Universitas Muhammadiyah Aceh ( bagian 1 )

Sejarah Lahirnya Universitas Muhammadiyah Aceh ( bagian 1 )

Oleh : Nasrullah SH,SpN

SEBELUM menjadi Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) bernama Sekolah Tinggi Ilmu Hukum ( STIH ) Muhammadiyah merupakan embrio UNMUHA,STIH tersebut didirikan pada tahun 1973.

Pada suatu hari diawal tahun 1974 secara tidak sengaja penulis bertemu dengan Bapak M.Daud Wahab SH di depan kantor pengangkutan bus PMABS, sekarang Bank Mandiri Syar’iah, beliau adalah Pegawai Negeri pada Dinas Perdagangan Provinsi Aceh.

Setelah berbicara beberapa saat, beliau mengatakan bahwa beliau mengajar di STIH Muhammadiyah serta mengajak penulis untuk ikut mengajar disana dan penulis mengiyakan.

Penulis pada saat itu sebagai PNS (dosen negeri di Akademi Administrasi Niaga Negeri (AANN) di Banda Aceh). Setelah penulis mengajar di STIH Muhammadiyah, Bapak M.Daud Wahab SH, tidak pernah nampak lagi apakah pindah tugas, penulis tidak pernah tahu lagi alamat beliau dan tinggallah penulis sendiri.

Pada saat itu jumlah mahasiswa STIH Muhammadiyah sebanyak 7 (tujuh) orang yang terdiri 4 orang karyawan Departemen Keuangan, 1 orang karyawan Bulog dan 2 orang Brigmob (Brigade Mobile) yang bermarkas di Jeulingke.

Berhubung yang sering hadir di STIH adalah penulis, mahasiswa selalu bertanya pada penulis tentang kejelasan status STIH, kalau sudah menyangkut tentang status STIH, penulis selalu menyampaikan kepada Drs A.Rahim Umar (almarhum) yang selalu stand by di gedung Muhammadiyah yang berlokasi di Jalan KH Ahmad Dahlan (sekarang mesjid Muhammdiyah) sebagai salah seorang pimpinan Muhammadiyah wilayah Aceh, yang memahami tentang Perguruan Tinggi (beliau adalah Dosen Fakultas Ekonomi Unsyiah).

Untuk meramaikan suasana, penulis ajak saudara Hanafiah Muddin,SH yang pada waktu itu baru diangkat sebagai pegawai Kantor Walikato Banda Aceh dan tinggal di pertokoan Jln Tuwanku Jalil Kampung Baru dan saudara Zainal Abidin AB SH (teman penulis satu angkatan di FH Unsyiah) yang pada saat itu sebagai hakim Pengadilan Agama Banda Aceh untuk mengajar di STIH.

Berhubung mahasiswa yang 7 orang tersebut tiap hari menanyakan tentang status STIH, maka atas inisiatif penulis minta bantu melalui Drs Mahmud CH Aly (almarhum) dan Drs Sutardji (almarhum), yang kedua-duanya disamping PNS, juga aktif di Sekolah Tinggi Ilmu Politik Iskandar Muda (Sospol) dan di STIE, agar dapat memberikan informasi ke STIH MUHAMMADIYAH bila Kopertis wilayah I Medan datang ke Banda Aceh agar kami dari STIH Muhammadyah dapat menjumpai orang Kopertis.

Orang-orang yang merintis pertama kali :
1. Nasrullah SH (penulis)( pada saat itu Dosen AANN)
2. Drs A.Rahim Umar (alm.)(Dosen FE Unsyiah)
3. Zainal Abidin AB,SH (alm.)(Hakim Pengadilan Agama)
4. Hanafiah Muddin,SH (Peg.Kantor Walikota B.Aceh)
5. Cut Kemala Hamzah,SH (satu satunya perempuan)(Hakim PN Bna)
6. Drs Machmud CH Aly (alm.)(Peg.Kantor Gubernur Aceh)
7. Drs Sutardji (alm)(Pegawai Kantot Gubernur Aceh)
8. T.Husen Iskandarsyah (alm. /Pegawai Kantor Gubernur Aceh)
9. Usman Husaini (selaku adm. STIH) dan
10. Yosep Sitepu (selaku adm STIH).

Setelah berjuang lebih kurang 7 (tujuh) tahun, pada tahun 1981 pada bulan Ramadhan 1981, keluarlah izin operasional dari Kopertis wilayah I Medan dan yang menjemput Izin Operasinal tersebut dari Kopertis Wilayah I Medan adalah Nasrullah SH (penulis) hanya saja penulis tidak ingat lagi Nomor izin operasinal tersebut dan hanya ingat tahunnya saja, karena sangat bersejarah karena penulis dan alm.Drs A.Rahim Umar tiba di Banda Aceh dari Medan pada subuh hari menjelang shalat Idul Fitri 1981.

Penulis Adalah : Pakar Hukum dan Dosen Senior

Sponsored:
Loading...
Sponsored:
Loading...