Breaking News

Segelas Air Tebu dan Pulut Hijau dari Cot Batee Geulungku

Segelas Air Tebu dan Pulut Hijau dari Cot Batee Geulungku
Kue pulut panggang sebelum disajikan dipanggang terlebih dahulu. (Foto Ist)

Bireuen, BERITAMERDEKA.net - Cot Batee Geulungku terletak di jalan lintasan nasional Banda Aceh-Medan. Bak jamur di musim hujan, warung berjejer di kiri dan kanan jalan setempat. Apabila pengguna jalan yang melintas disana bertepatan dengan waktu berbuka puasa, ada menu khas Cot Batee Geulungku, yaitu air kelapa muda, air perasan tebu, dan kue pulut hijau panggang.

Lokasi strategis untuk melepas penat dari perjalanan jauh, atau sekadar menikmati waktu sore. Dan di bulan Ramadhan ini, warung pun buka menjelang waktu berbuka untuk melayani pengguna jalan yang akan berbuka puasa.

Kak Ni asal Pandrah, salah satu pemilik warung mengakui harga satu  gelas air tebu dijual Rp 5.000. Sedangkan satu potong kue pulut panggang Rp 1.000.

Penuturan sejumlah penjual air tebu, mayoritas konsumen merupakan pengendara sepeda motor dan mobil yang sambil lalu berbuka puasa  dari berjalan jauh.

Mehran, salah satu penjual air tebu asal Desa Tambue, Kecamatan Simpang Mamplam, Bireuen, menyebutkan “banyak orang-orang yang singgah saat berbuka puasa disini dengan segelas air tebu. Kalau hari-hari biasa lumayan, (maksud bukan bulan Ramadhan) pagi lumayan sepi, siang menjelang sore baru ramai," katanya, Selasa (20/4/2021).

Pada hari- hari tertentu seperti lebaran, penjualan mereka pun meningkat tajam, bila hari-hari biasa hanya mampu meraup omzet berkisar Rp 300.000-Rp500.000, pada momen besar bisa mencapai tiga kali lipatnya, diakui ibu dua anak ini. |Umar A Pandrah|

Editor:
Sponsored:
Loading...
Sponsored:
Loading...