Breaking News

Sebar Berita Bohong, Pemuda Simeulue Ditahan Polisi

Sebar Berita Bohong, Pemuda Simeulue Ditahan Polisi

Simeulue, BERITAMERDEKA.net - Ibarat pepatah, berhati hati dengan jari karena jari yang latah bisa berurusan dengan aparat penegak hukum. Agaknya inilah yang dialami oleh seorang warga dari Desa Pulau Teupah, Teupah Barat.

ES (33) harus berurusan dengan personel Team Elang Resmob Sat Reskrim Polres Simeulue, lantaran melakukan ujaran kebencian di akun media sosial Facebook.

Hal itu sangat berbahaya sekali dan sangat meresahkan masyarakat atau konsumen di dunia maya, yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan Negara Republik indonesia akibat berita bohong hoax yang disebar di media Sosial.

Mengetahui kejadian itu, atas perintah Kapolres Simeulue AKBP, Agung Surya Prabowo, S.I.K., langsung mengerahkan Tim Sat Reskrim Polres Simeulue yang dibawah kendali Kasat Reskrim IPTU Muhammad Rizal untuk menuju ke lokasi dan meringkus pelaku.

Tersangka ditangkap atas surat perintah penangkapan Nomor : Sprin.Kap/03 /I/Res.1.24/2021/ Reskrim, pada tanggal (10/01/ 2021) tengah malam, di Desa Pulau teupah Kecamatan Teupah Barat Kabupaten Simeulue.

"Untuk menyeberang ke Pulau Teupah dengan menggunakan perahu kurang lebih satu jam perjalanan untuk ke TKP," jelas kasat, Selasa, 12-01-2021.

Selain mengamankan pelaku tersebut, polisi pun berhasil menyita barang bukti berupa HP merk VIVO warna merah model 1960 yang digunakan untuk memposting berita bohong menyesatkan yang berbau SARA dan ujaran kebencian.

Kasat juga menerangkan, ES kini telah ditetapkan tersangka dalam kasus perkara ITE berdasarkan barang bukti yang cukup, lantaran telah melakukan unjaran kebencian serta isu sara di media sosial.

“Tersangka ES telah melakukan perkara ITE sebagai membuat, penyebar berita hoax, Provokatif, dan sara terkait Vaksin Covid-19 di Aceh,"ujar Iptu Muhammad Rizal.

“Untuk modus dan tujuan dari postingan yang dilakukan oleh tersangka tersebut akan kami dalami lagi, dan saat ini tersangka inisial ES telah kami amankan di Mapolres Simeulue untuk pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik," jelas Iptu Muhammad Rizal.

Kasat pun menambahkan atas perbuatannya tersangka ES di jerat pasal 45A Ayat (1) Jo Pasal 28 Ayat (2) Undang-undang RI nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Di tempat terpisah, Kapolres Simeulue AKBP, Agung Surya Prabowo, S.I.K., menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk bijak menggunakan media sosial dan tidak mudah terpancing dan terprovokasi dengan isu-isu provokatif, Sara dan ujaran kebencian.

“Dan saya juga sangat berharap kepada lapisan masyarakat khususnya warga Simeulue, agar menggunakan media sosial dengan baik tanpa perlu menyebar informasi yang belum tentu ada kebenarannya, begitu juga sebaliknya masyarakat juga harus bijak apabila menerima informasi yang ada di berbagai Media Sosial,” tegas Kapolres. I al ashab I

Sponsored:
Loading...
Sponsored:
Loading...