Breaking News

Sambut Lebaran dengan Ketupat

Sambut Lebaran dengan Ketupat
Penjual janur ketupat | foto rusli ismail

DUA hari menjelang Lebaran (Hari Raya) Idul Fitri 1441 Hijriah, anyaman ketupat semakin diserbu masyarakat. Ketupat yang menjadi makanan khas pada Lebaran baik Lebaran Idul Firi maupun Idhal Adha, jadi alasan mengapa banyak masyarakat yang ingin membeli anyaman ketupat itu yang dijual di pasar-pasar musiman dan dadakan atau memang dipesan langsung pada yang menganyamnya.

Harga anyaman ketupat pun terbilang murah. Dengan membeli, masyarakat tidak perlu repot-repot mengambil daun kelapa untuk menganyamnya sendiri. Masyarakat tinggal hanya memasukkan  saja beras ataupun pulut ke dalam anyaman ketupat, lalu merebusnya.

Salah satu tempat penjualan anyaman ketupat yang paling ramai dikunjungi pembeli ada di Simpang Pasar Kartini Peunayong Banda Aceh, tepatnya di sepanjang emperan pertokoan. Di tempat itu dijajakan ribuan anyaman ketupat yang terdiri dari berbagai variasi, mulai ukuran besar dan kecil. Tidak hanya anayaman ketupat, tempat itu juga menyediakan daun kelapa muda, untuk pembeli yang ingin menganyam ketupat sendiri.  

Menjelang Lebara, pedagang kaki lima musiam itu laku keras. Omzetnya naik sepuluh kali lipat dibandingkan hari biasa. Yakni dari hanya 300-an anyaman pada hari biasa, menjadi 3.000-an buah pada saat menjelang Idul Firti agtau Idul Adha, kata seorang penjual Maisarah.

Pengunjung yang datang membeli anyamannya memiliki selera yang berbeda. Karena itu, pedagang musiman itu menyediakan dua tipe anyaman. Untuk anyaman ketupat kecil, setiap 10 anayaman dihargai Rp.8.000, sedangkan anayaman besar Rp.10.000 setiap 10 buahnya. “Bagi yang ingin menganyam sendiri, saya juga menyediakan daun kelapa muda yang saya jual Rp.5.000 untuk 10 lembarnya, “kata seorang pedagang lainnya.

Variasi anyaman dan banyaknya anayaman yang dijajakan di kaki lima, adalah alasan mengapa banyak pengunjung suka membeli anyaman ketupat. “Beli di sini nggak perlu takut kehabisan, karena jumlahnya sangat banyak dan harga juga murah, “ujar Nurazizah, salah seorang pembeli di tempat itu.

Nurazizah, seorang dari banyak masyarakat yang selalu menyediakan ketupat setiap lebaran. “Karena itu saya selalu membeli anyaman ketupat setiap menjelang Lebaran. Minimal saya membeli 100 ukuarn besar. Karena keluarga maupun tamu begitu menyukai ketupat, “ujarnya.

Besarnya permintaan masyarakat terhadap ketupat ini, menjadi berkah sendiri bagi pedagang cangkang ketupat di beberapa pasar di Kota Banda Aceh. Pada H-2 lebaran, Kamis 21 Mei 2020, para pedagang cangkang ketupat sudah ramai berjualan di beberapa pasar.

Seorang warga Nurhayati mengatakan, tradisi makan ketupat dan lontong saat Lebaran sudah lama ada, bahkan sejak dirinya masih kecil. “Dari saya kecil ketupat dan lontong jadi makanan khas setiap lebaran. Bedanya, ketupat porsinya kecil, kalau lontong untuk yang besar. Tapi isinya sama, cuma cara buatnya yang beda, “katanya.

Untuk memasak ketupat, membutuhkan waktu empat hingga delapan jam supaya bisa bertahan beberapa hari tanpa pengawet. Namun waktu yang dibutuhkan untuk memasak lontong hanya dua atau empat jam, selesa. | rusli ismail |

Sponsored:
Loading...
Loading...