Breaking News

Sambai Oen Kayee Kak Anidar

Sambai Oen Kayee Kak Anidar
Kak Anidar sedang melayani pembeli | foto r ismail

PASAR RAMADHAN menjajakan aneka panganan kue berbuka puasa dengan harga terjangkau. Tampak jejeran rak pedagang dan ribuan warga membeli bahan berbuka di kawasan Jalan Tgk Di Baroh, Kota Banda Aceh, Rabu (6/5/2020).

Dari panganan yang biasa terlihat walau tidak di bulan Ramadhan, seperti risol, lepat bugis, kue dadar, kue lapis, kue malaka, hingga panganan yang semakin sering ditemukan di bulan Ramadhan, seperti roti jala, kolak, anyang pakis, adee, putu, urap, dan lainnya.

Bahkan ada yang menjual sambai oen kayee, ikan bakar, gulai asam ikan baung, ikan gembung dan banyak lagi jenis panganan lainnya yang hampir tidak semua orang mengetahuinya. Sedangkan jenis minuman dari mulai cendol, es koteng hingga sari buah berbagai rasa.

Salah seorang penjual jajanan buka puasa di tepi Jalan Tgk Di Baroh tersebut, Minah dan anak perempuannya May, saat ditemui BERITAMERDEKA.net mengungkapkan, sudah enam tahun berturut-turun berjualan panganan berbuka puasa di tempat itu.

Minah, begitu nama panggilannya mengaku berasal dari Luengputu, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya (Pijay) sudah berdomisili di Banda Aceh. Menurut dia, para penjual panganan dan minuman berbuka puasa tidak semuanya dari Kampung, melainkan dari berbagai kawasan di Banda Aceh bahkan dari Aceh Besar.

Panganan yang dijual Minah bervariasi, ada yang seharga Rp1.000 per buah seperti agar-agar, risol, kue lapis, tahu isi dan kue lainnya. Ada pula berharga Rp2.000 per bungkus. Lain lagi untuk jenis panganan seperti anyang ayam yang dibungkus plastik, tentu harganya di atas harga jenis kue-kuean.

Disinggung berapa modal yang dikeluarkan untuk jualannya, Minah, menjawab uang yang dikeluarkan sekitar Rp1 juta. Sedangkan keuntungan yang dipetik itu mulai dari saat menggelar dagangan sekitar pukul 15:30 sampai pukul 18:30, yang berkisar Rp.300.000 sampai Rp.400.000.

Makanan khas yang disebut sambai on kayee (sambal dedaunan). Konon, setelah ditambahi kelapa gonseng, batang sereh, bawang merah, dan cabai rawit, yang semuanya diiris tipis itu diyakini berkhasiat sebagai obat angin.

Beberapa warga menyakini, makanan sambai on kayee itu akan menjadi saksi saat hari akhirat kelak terhadap siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan. Karena dedaunan yang dikonsumsi itu nantinya bisa bersaksi terjahadap amalan umat Islam yang menjalankan perintah Allah SWT.

Anidar, seorang pedagang sambai on kayee, warga yang berdomisili di seputara Kota Banda Aceh itu yang ditemui BERITAMERDEKA.net di lapak jualannya, mengaku, makanan tersebut disediakan khusus selama Ramadhan.

“Soal harga relatif murah, berkisar Rp.5.000 sampai Rp.10.000 per bungkus,“ katanya.

Menurut Anidar, bahan dasar untuk membuat makanan khas bulan Ramadhan itu berupa daun salam dan berbagai dedaunan lainnya yang bisa diperoleh dimana saja. Sehingga dia dan pedagang lainnya tak perlu khawatir kehabisan bahan baku pembuatan sambal khas itu.

Orang Aceh juga menyebutkan nama penganan Ramadhan yang satu itu dengan istilah sambai oen peugaga, yang sengaja diracik dari berbagai bahan dedaunan. Disebutkan, bahan sambai oen peugaga itu diracik dari 44 jenis dedaunan dan bahan lainnya.

Ia membuat sambai dan menjual sambai oen kayee dan plus beberapa jenis kue lainnya selama Ramadhan, termasuk bubur kanji, putu dan cicah bunga kates. Jerih payahnya menuaikan hasil, setiap sore hai setidaknya bisa mendapatkan omzet Rp5 juta – Rp5,5 juta termasuk kue lainnya. Khusus dari sambai oen kayee diperoleh omzet sekira Rp.3 juta per hari. 

Jika anda penasaran dengan sambal on kayee khas Aceh ini buatan Kak Anidar dipersilahkan datang ke Jalan Tgk Di Baroh, Kota Banda Aceh. Di sana tentu anda bisa mendapatkannya dengan mudah dan rasa sambal yang membuat anda ketagihan. | R. Ismail |

Sponsored:
Loading...
Loading...