Breaking News

Kasus Plu Pakam Vs Blang Pante Berlanjut ke PN

Saksi Hadirkan Peta Kuno di Sidang Tapal Batas

Saksi Hadirkan Peta Kuno di Sidang Tapal Batas
Saksi Hamidi, menunjukkan peta lawas tapal batas kedua gampong yang bertikai. (Foto Haikal)

Aceh Utara, BERITAMERDEKA.net - Kasus soal tapal batas antara Gampong Plu Pakam versus Gampong Blang Pante masih bergulir di Pengadilan Negeri Aceh Utara. Hari ini, Kamis (22/04/2021) agenda sidang, saksi hadirkan peta kuno Tahun 1943.

Hamidi, saksi yang dihadirkan pihak Gampong Plu Pakam merupakan mantan Kasi Pemerintah Kecamatan Tanah Luas. Ia juga mantan Pejabat Geuchik Gampong setempat.

Kepada majelis hakim, saksi menyampaikan bahwa sejak dulu sungai adalah pemisah/ batas kedua gampong antara Blang Pante dan Plu Pakam, jadi sejak dirinya menjabat kepala seksi Pemerintahan Kecamatan Tanah Luas, sampai sekarang, seharus nya  tetap sungai sebagai tapal batas .

Saksi Hamidi lahir tahun 1939 di hadapan kuasa hukum tergugat 1 dan 2 menunjukkan bukti peta tahun1943 yang kondisi nya sudah usang di makan usia.

"Saya berbicara berdasarkan sumpah, kita juga memiliki documen peta Asli Topografi Militer (Topdam)," ujar saksi.

Amatan BERITAMERDEKA.net di ruang sidang, beberapa kali saksi menerima pertanyaan dari kuasa hukum Blang Pante soal silsilah Maharaja yang sempat saksi jelaskan di awal.

Namun saat Kuasa Hukum Blang Pante kembali mempertanyakan soal sejarah itu. Saksi pun menjelaskannya. Tanya jawab pun berlanjut, hingga kuasa hukum Blang Pante bertanya darimana saksi mengetahui tentang cerita maharaja.

Hamidi sebagai saksi menjawabnya karena ia pernah menjabat dan berkuasa, sehingga mengetahui cerita tersebut. Lalu saki pun mengibaratkan, "Itu seperti orang tanyak dari mana kamu tahu Nova sebagai Gubernur, kan, karena dia pernah/sempat berkuasa". |Haikal|

Editor:
Sponsored:
Loading...
Sponsored:
Loading...