Breaking News

RSUYA Tapaktuan Seharusnya Miliki PCR?

RSUYA Tapaktuan Seharusnya Miliki PCR?FOTO: Herian SP

Tapaktuan,BERITAMERDEKA.net – BLUD Rumah Sakit Umum dr Yulidin Away (RSUYA) Tapaktuan sebagai rumah sakit rujukan penanggulangan penyakit infeksi emergensi tertentu (Covid-19) di Aceh selayaknya sudah memiliki Polymerase Chain Reaction (PCR).

“Kenapa? karena perjuangan melawan corona masih terus berlanjut dan tidak tahu kapan berakhirnya. Sementara dampak yang ditimbulkan virus mematikan itu semakin nyata,” kata Yose Rizal Ketua Ormas Pemuda Pancasila Aceh Selatan, selepas memimpin rapat internal, di Tapaktuan, Kamis (17/9/2020).

Keberadaan alat tersebut sambungnya, dapat memperpendek waktu tunggu hasil pengambilan sample melalui swab bagi pasien sekaligus menghindari terjadi selisih paham dengan keluarga pasien yang meninggal dunia tetapi belum memperoleh hasil swab.

Dengan adanya PCR tersebut maka kepastian terkonfirmasi positif covid maupun sebaliknya segera dapat diketahui dan bisa jadi banyak warga yang ingin melakukan pemeriksaan mandiri di tengah semengkin mengganasnya virus yang mengakibatkan jumlah korban terus meningkat.

Yose akrab disapa berharap, managemen BLUD RSUYA dan Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan dapat segera merealisasikan hal ini apalagi RSUYA sudah menyediakan satu gedung khusus perawatan pasien terkonfirmasi positif covid berbagai tingkatan.

Menyikapi hal ini Direktur RSUYA dr Erizaldi mengatakan, masalah PCR sudah diusulkan ke pemerintahan Provinsi Aceh melalui dana bantuan provinsi, tetapi ditolak dengan alasan provinsi sudah ada pengadaan tambahan PCR mobil untuk Dinas Kesehatan Provinsi.

Kepada Kementrian RI juga sudah diusulkan dan masih menunggu tindak lanjut. Sementara kerjasama dengan pihak ketiga untuk alat PCR juga terlalu besar dananya.

“Mohon doanya mudah-mudahan ada bantuan dari kementrian, sebab mengharap dari dana APBK atau dana BLUD kondisi sangat terbatas,” pinta Erizaldi melalui pesan singkat Whats App.

Penyelususran media ini, PCR adalah pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi keberadaan material genetik dari sel, bakteri, atau virus.  Saat ini, PCR juga digunakan untuk mendiagnosis penyakit Covid-19, yaitu dengan mendeteksi material genetik virus Corona.

Perangkat PCR melalui teknik amplifikasi atau perbanyakan mampu medeteksi keberadaan material genetik dari beberapa jenis penyakit akibat infeksi bakteri atau virus dan akhirnya bisa membantu diagnosis untuk penyakit tersebut.

Sampai saat ini, tes PCR merupakan pemeriksaan diagnostik yang dianggap paling akurat untuk memastikan apakah seseorang menderita COVID-19 atau tidak, disamping beberapa penyakit lain yang bisa didiagnosis melalui tes PCR, seperti  Infeksi human immunodeficiency virus (HIV), Hepatitis C dan lainnya. |Herian SP|

Sponsored:
Loading...
Sponsored:
Loading...