Breaking News

Bank Aceh

RSUTP Abdya Musnahkan Obat  Kadaluarsa, Nilainya Capai Rp 2,5 Milyar

RSUTP Abdya Musnahkan Obat  Kadaluarsa, Nilainya Capai Rp 2,5 Milyar
Mobil giling sedang melakukan pemusnahan obat dan BMHP mulai tahun 2011-2020, dihalaman belakang RSUTP Abdya,Sabtu (21/11/2020). Foto mustafarudin

Blangpidie, BERITAMERDEKA.net -  Rumah Sakit Umum Teungku Peukan (RSUTP) Aceh Barat Daya melakukan pemusnahan obat dan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) mulai tahun 2011-2020, Sabtu 21 November 2020.

Pemusnahan barang-barang yang sudah memasuki masa kadaluarsa tersebut berdasarkan surat Nomor : 445/769/2020 tentang pelaksanaan pemusnahan Obat dan BMHP kadaluarsa.

Direktur RSUTP Abdya, dr. Muhammad Ismail, Sp.B mengungkapkan , obat dan BMHP kadaluarsa yang dimusnahkan merupakan akumulasi dari tahun 2011sampai dengan Juni 2020, yang telah berdampak pada sediaan ruang penyimpanan obat dan BMHP RSUTP Abdya.

"Proses pemusnahan obat ini dilaksanakan o tim yang sudah di SK kan Bapak Bupati,  terdiri berbagai unsur meliputi pimpinan daerah, Dinas Kesehatan, RSUTP, Inspektorat, Polres Abdya, Kejari dan Badan Keuangan Daerah," ungkapnya.

Ismuha sapaan akrapnya menyebutkan, tujuan pelaksanaan pemusnahan obat dan BHMP tersebut untuk melindungi masyarakat dari bahaya yang disebabkan oleh pengguna sediaan kefarmasian dan bahan medis habis pakai yang tidak tepat, serta memenuhi persyaratan, keamanan dan kemanfaatan, menekan biaya pemeliharaan obat serta mencegah pencemaran lingkungan.

"Jenis barang yang kita musnahkan yaitu obat narkotik, psikotropik, prekusor farmasi, obat-obat tertentu, antibotik, analgetik anti piretik dan obat golongan lainnya serta BMHP yang sudah kadaluarsa tahun 2011 dan 2020," terang Ismuha.

Kemudian, sambungnya , sedangkan jumlah biaya kesemua barang yang dimusnahkan tersebut sebanyak Rp 2.501.105.870,-

"Untuk cara memusnahkan, barang dipilah dan dihancurkan dengan mobil giling kemudian diangkut menggunakan jasa pihak ketiga PT. Roro Ageung Pertiwi, dimana kemudian dimusnahkan oleh PT. Wastec Internasional di Jakarta sesuai peraturan pemerintah republik Indonesia nomor 101 tahun 2014 tentang pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun," pungkasnya. | mustafarudin |

Sponsored:
Loading...