Breaking News

Bank Aceh

Ribuan Warga Blang Iliep, Tangse Konsumsi Air Rawa

Ribuan Warga Blang Iliep, Tangse Konsumsi Air RawaFOTO: Istimewa
Warga terpaksa cair air bersih ke gunung

Tangse,BERTAMERDEKA.net - Ribuan warga Desa Blang Iliep, Desa Blang Teungoh dan Blang Dalam, Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie, dilaporkan terpaksa mengkonsumsi air tidak memenuhi syarat kesehatan.

Sumber air tak layak pakai itu bersumber dari alur yang mengalir di lereng bukit dan gunung atau rawa-rawa yang sengaja mereka tampung dengan cara menggali sumur tradisional di titik atau lokasi sumber air tersebut.

Dari hasil survei Lembaga non pemerintah yang fokus memperhatikan masalah kesejahteraan sosial masyarakat, warga setempat sudah sejak lama sudah mengkonsumsikan air tak layak minum tersebut.

Ironinya, khusus di Blang Teungoh, persentase masyarakat yang menggunakan air tak layak sekitar 90 persen bahkan hampir 100 persen. Kondisi pemukimannya berbukit-bukit itu sangat susah mendapatkan air yang layak.

“Rata-rata, warga mengandalkan air alur yang mengalir di lereng bukit atau gunung dan juga diantaranya ada yang menggunakan air rawa-rawa dan sumur tradisional yang keruh dan berbau. Hanya sebagian kecil warga memiliki air sumur layak konsumsi, “kata sejumlah warga kepada BERITAMERDEKA.net, Minggu (18/07/2020).

Kondisi tak kalah memprihatinkan, juga dialami hampir semua warga desa lainnya dalam wilayah Kecamatan Tangse, yang merupakan kecamatan pegunungan, semisal Desa Blang Pandak, Pulo Kawa, Peunalom, Sarah Panyang, dan desa lainnya juga terjadi hal yang sama.

Warga di sana saban hari terpaksa menggunakan air sungai atau yang mengalir di alur tersebut untuk berbagai kebutuhan, termasuk untuk diminum dan memasak.

Seorang warga setempat, Razali mengatakan, berbagai jenis limbah ada di sungai dan alur ini. Mulai sampah rumah tangga dan sampah dari pusat pasar. Namun, karena tak ada pilihan alternatif, warga dengan terpaksa tetap menggunakan air itu untuk mencuci, memasak dan keperluan lainnya.

“Bahkan, anak-anak pun sering mandi dan berenang di sungai itu,“ imbuh Razali.

Hal senada juga diungkapkan, Marwan, salah seorang warga pengguna air kurang layak konsumsi. Menurutnya di kawasan pemukiman mereka belum ada sarana atau jaringan air bersih, sehingga mau tak mau ia bersam warga lainnya harus menggunakan air seadanyan itu.

Terkait kondisi ini, beberapa tokoh masyarakat setempat, mendesak pemerintah segera mencari solusi bijak, guna mengatasi masalah krisis air bersih iitu. Pemerintah perlu segera turun tangan.

“Masalah krisis air bersih harus segera diatasi. Jangan biarkan kesehatan masyarakat terus terancam gara-gara mengkonsumsi air kotor,“ harap warga.| Rusli Ismail |

Sponsored:
Loading...