Breaking News

RH Minta jangan Kaitkan Kasusnya dengan Ketua Partai, Ini Ada Upaya Kriminalisasi

RH Minta jangan Kaitkan Kasusnya dengan Ketua Partai, Ini Ada Upaya Kriminalisasi
RH ketika berada di Kantor Kajari Simeulue | foto al ashab

Simeulue, BERITAMERDEKA.net- RH yang sudah ditetapkan sebagai tersangka penipuan dan penggelapan meminta jangan kaitkan dengan jabatannya sebagai salah satu ketua parnas di kabupaten pulau tersebut.

RH (42) yang dituduh oleh TI melakukan tindakan pencucian uang terkait proyek pengerjaan jalan yang berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Penugasan tahun 2017.

RH membantah jika dituduh melakukan penipuan terhadap TI, pasalnya dirinya mengaku tidak pernah menerima sesuatu apapun baik barang maupun uang dari TI, hal itu ia ungkap saat ditemui di Kejaksaan Negeri Sinabang saat dirinya diserahkan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Selasa, 25 Agustus 2020.

“Justeru saya yang membantu TI mengerjakan proyek di Kecamatan Simeulue Barat dan Alafan, biaya yang saya keluarkan belum ada dihitung hingga sekarang,” katanya.

Menyangkut dengan asphalt secara pribadi RH mengaku tidak pernah menerima dari TI, namun ada terikat kontrak dengan PT VMU untuk melakukan pengaspalan.

Sebelum dilakukan kegiatan pengaspalan, RH juga menjelaskan bahwa dirinya sudah menyetor sejumlah uang kepada TI sebanyak Rp 600 juta melalaui Bank Aceh, serta mengrimkan uang kepada Komisaris Utama PT VMU yang berinisial RT sebesar Rp 350 juta.

Disamping itu, RH juga mengungkap bahwa PT VMU sewaktu mengaspal proyek pengerjaan jalan ternyata mesin pengolahan aspal sedang di police line sebab dalam keadaan bersengketa.

Dikatakan lagi RH, setelah kami kirim Rp 600 juta ke rekening pribadi TI atas permintaan dari saudara D, namun TI hanya mengirimkan aspal drum ke Simeulue, sesampai aspal drum di lokasi namun tidak bersedia menurunkan barang kiriman, sebab belum dituntaskannya biaya pengiriman.

Sehingga dirinya kembali mengirimkan uang kepada D untuk biaya pelunasan ongkos kirim aspal drum.

“Saya sampai hari ini tidak tau berapa saya rugikan dia (TI), sementara dari laporan TI bahwa telah dirugikan lebih dari Rp 2 milyar,”tegas RH.

RH juga meminta kepada semua pihak untuk tidak mengaitkan kasus yang sedang ia hadapi dengan jabatan nya sebagai ketua partai salah satu partai nasional (Parnas) , sebab kasus ini menurut pandangan RH adanya unsur kriminaliasi.

Pasalnya RH terpilih menjadi ketua partai pada Agustus 2019 lalu, sementara RH mulai terlilit kasus penipuan dan atau penggelapan pada April 2018.

Dirinya juga mengaku saat ini roda organiasi partai masih berjalan dan belum ada sikap dari pengurus partai di tingkat provinsi | al ashab |

Sponsored:
Loading...
Sponsored:
Loading...