Breaking News

Rempah pun Laris Manis

Rempah pun Laris Manis

BERITAMERDEKA.NET - Sejak wabah COVID-19 menyerang, segala produk dengan klaim pencegahan dan penyembuhan mendadak laris manis di pasaran, tak terkecuali ragam rempah nusantara seperti jahe, kunyit, dan temulawak.  Dipercaya bisa meningkatkan daya tahan tubuh sehingga bisa menangkal transmisi virus corona.
Sudah sejak lama ramuan jahe dan kunyit dipercaya memiliki kemampuan untuk meredakan berbagai macam gejala penyakit seperti pilek, mual, radang sendi, migrain, dan hipertensi.

Beberapa hari terakhir, rempah rempah bahan untuk jamu sudah banyak di minati warga kota Langsa. "Jahe, kunyit, temu lawak mengalami kenaikan harga signifikan. Sebelumnya harga jahe perkilo Rp. 20 ribu, sekarang ini Rp.40 ribu. Kunyit Rp.10 ribu, naik menjadi 20 ribu. Temu lawak dari Rp.15 ribu, menjadi Rp 30 ribu," papar Ridwan (54) warga Gampong Paya Bujuk Bromo Langsa barat, Jumat 3 April 2020.

Ia membeli tanaman bumbu dapur untuk dibuat jamu. Meningkatkan daya tahan terhadap penyakit, juga menambah vitalitas tubuh.

"Tadi pagi keliling pajak Langsa, baru ketemu barangnya, soalnya semenjak darurat kesehatan, banyak warga yg membeli," jelas Ridwan, seraya berbelanja sembako untuk kebutuhan sehari hari.Sementara harga sembako malah masih stabil.

Hal ini juga diakui, Boy (37) salah seorang pedangang rempah di Gampong Geudubang Aceh Langsa Baro.

Dijelaskan, selain tiga jenis rempah tersebut di atas, harga kencur meroket mencapai Rp. 55 ribu, sebelumnya cuma Rp 15 ribu.Wajar, sebelumnya masyarakat membeli sesuai kebutuhan untuk dapur. Sekarang untuk meningkatkan imun dan daya tahan tubuh dari paparan virus covid 19.

" Isunya dibawa ke Pulau Jawa untuk jamu, guna menangkal virus. Berarti permintaan meningkat, berbanding terbalik dengan hukum permintaan," jelas Boy yang juga sajana ekonom itu. | syafrul |

Sponsored:
Loading...
Sponsored:
Loading...