Breaking News

Bank Aceh

Rektor UIN Hadang Prof Syahrizal Menuju Kursi Kakanwil Depag Aceh

Rektor UIN Hadang Prof Syahrizal Menuju Kursi Kakanwil Depag Aceh
Prof Syahrizal

Banda Aceh, BERITAMERDEKA.net - Perjuangan Dosen Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri (UIN) Ar - Raniry, Prof Dr Syahrizal, M.Ag untuk menduduki kursi Kakanwil Depag Aceh, kandas sebelum memasuki babak final.

Sebenarnya, Prof Syahrizal sudah lulus tingkat administrasi untuk seleksi Pejabat PimpinanTinggi Pratama (JPTP), yang dilaksanakan Kementrian Agama RI. Dia memilih posisi calon Kakanwil Depag Aceh.

Supaya lulus administrasi, salah satu syarat adalah adanya izin atasan."Saya sudah mendapatkan izin dari dekan, sehingga saya lulus administrasi," jelas Syahrizal kepada beritamerdeka.net Jumat, 1 Mei 2020.

Alangkah terkejutnya, ketika Syahrizal mendapatkan surat pembatalan kelulusannya tahapan administrasi dari tim seleksi Kementrian Agama.

Ternyata, pembatalan itu dilakukan karena adanya surat Rektor UIN Ar-Raniry yang meminta panitia seleksi membatalkan.

Surat rektor bernomor : 4558/Un.08/R/04/2020, tanggal 27 April 2020. Perihal mohon tidak melanjutkan proses seleksi JPTP atas nama Syahrizal, yang ditujukan kepada Dirjen Pendis Kementrian Agama.

Dengan adanya layangan surat rektor, maka lahirlah surat bernomor :R-10682/SJ/B.II/2-b/Kp.04.02/04/2020. Perihal pembatalan kelulusan yang ditandatangi Plt Sekretaris Jenderal (ketua pansel) pada tanggal 28 April 2020.

Secara pribadi, Syahrizal hanya pasrah dengan lahirnya surat rektor. " Ya mau bilang apa, kerena pak rektor sudah minta pembatalan," ungkap mantan Kadis Syariat Islam Provinsi Aceh itu.

Namun, tambah Syahrizal, kalau pihaknya tidak diizinkan untuk ikut seleksi, kenapa izin dari dekan dikeluarkan. "Disini sedikit aneh, pastilah dekan sudah melakukan konsul dengan rektor untuk izin saya," ungkapnya sedikit kesal.

Lebih lanjut Syahrizal menceritakan, sebelum surat izin keluar, pihaknya pernah menghubungi pak rektor berkali kali.

Upaya yang dilakukannya tidak pernah ada reaksi dari rektor. "Saya WAnya dan telpon langsung ngak pernah diangkat. Heran juga saya ada apa ini, pak rektor sudah nenutup silaturrahmi," tambah dosen Lemhanas itu.

Selama ini, Prof DR Syahrizal, M.Ag hanya sebagai dosen biasa di Fakultas Syariah dan Hukum di UIN Ar-Raniry. Sehingga tidak menjadi sebuah kendala, jika ia ikut seleksi JPTP. Guna mengembangkan karier ketingkat yang lebih tinggi.

Ketika persoalan ini di komprontir kepada pihak rektorat UIN, membenarkan pihaknya meminta keikutsertaan Prof Syahrizal dibatalkan, walau sudah lulus tahapan administrasi.

"Kita menginginkan Pak Syahrizal tetap di kampus," kata Wakil Rektor 1 Bidang Akademik dan Kelembagaan, H Gunawan, MA, PhD kepada media ini, Sabtu 2 Mei 2020.

Sebelumnya, menurut Gunawan, Syahrizal sudah pernah menemuinya. Namun, setelah ia jelaskan duduk persoalannya kedua belah pihak sudah memahami.

"Ketika jumpa saya, Syahrizal sudah bawa berkas untuk minta saya tangani. Saya bilang ngak usah dengan penjelasan aturan. Saat itu beliau pun memahaminya," tambah Gunawan.

Kendati pihaknya tidak pernah memberikan izin, tiba tiba Syahrizal sudah dinyatakan lulus tahapan administrasi. "Kami terkejut, setelah diusut ternyata dekannya telah mengeluarkan izin. Dekan Syariah itu, tidak pernah konsul dengan kami soal itu," jelas Gunawan lagi.

Dilarangnya Syahrizal untuk tidak ikut JPTP itu, sebut Gunawan, tidak ada unsur politisnya. Tapi, semata karena kepentingan kampus.

Gunawan lebih jauh menjelaskan, saat ini jumlah dosen dinilai masih sangat kurang. Aturan saat ini, dimana rasionya minimal 60 mahasiswa satu dosen.

Tapi, saat ini UIN punya rasio 87,14. Apalagi, jenjang profesor masih sangat minim. "Bagaimana kita izinkan untuk berkiprah diluar," rumah sendiri masih bocor. Begitu pun kalau semua mau berkiprah di luar, bisa tutup prodi satu satu," terangnya.

Kebijakan ini, tidak hanya untuk Syahrizal, juga bagi dosen lain yang ingin berkiprah diluar. "Ada beberapa dosen juga yang mohon izin, tetap tidak kami berikan. Sekarang yang sedang berada diluar pun akan ditarik kembali ke kampus," tegas Gunawan. | tarmilin usman |

Sponsored:
Loading...