Breaking News

Ratusan Warga Gemakan Asma Allah dan Shalawat Menyambut Jenazah Muhammad Basri

Ratusan Warga Gemakan Asma Allah dan Shalawat Menyambut Jenazah Muhammad Basri
Ratusan warga sambut jenazah Muhammad Basri | foto ist..

Jambo Aye, BERITAMERDEKA.net -
Ratusan warga Lantunkan Asma Allah dan Shalawat Nabi  saat peti jenazah almarhum Muhammad Basir di angkat keluar dari mobil ambulance oleh warga setempat, Senin, 11 Mei 2020, Dini hari, Sekira Pukul 01.30 wib baru usai dikebumikan.

Sementara pantauan media, ratusan warga menyambut jenazah Almarhum Muhammad Basri warga Aceh Korban Penggeroyokkan di Tangerang Selatan tiba di rumah duka desa Teupin Gajah Kecamatan Tanoh Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara.

Rasa haru di iringi Isak tangis menyelimuti warga Gampong Teupin Gajah sa'at ketika peti jenazah dibawa memasuki rumah duka dibarengi dengan bergemanya Asma Allah dan Shalawat Nabi yang tak henti henti dari warga yang melayat. Suasana penuh kesedihan terlihat masyarakat yang hadir.

Dengan dibarengi guyuran hujan berawal dari wilayah timur pintu gerbang Provinsi Aceh tepatnya perbatasan Langkat - Tamiang, lebih kurang puluhan mobil iring iringan rombongan penjemput jenazah yang di kawal ketat mobil PATWAL Satuan Lalulintas melaju kencang menembus gelapnya malam jalan negara antar lintas Provinsi.

"Malam Nyoe Ateuh Izin Poe, Allah SWT beserta Do'a babandum Masyarakat Aceh, Jenazah Almarhum katroh u rumoh duka, pah Poh Sa malam Nyoe," Ungkap seorang anggota rombongan penjemput jenazah.

Rumah ibunda Muhammad Basri | foto ist..

Amatan di lokasi rumah duka tampak warga masyarakat terus berdatangan selain bagian dari ungkapan duka cita, bela sungkawa dan juga memanjatkan doa agar lapang kubur serta di tempatkan di sisi Allah SWT untuk almarhum yang semasa hidupnya dikenal sosok ramah berjiwa pengasih dan terkenal dengan sifat menolong.

Suasana haru mengiringi kepergian terakhir korban yang selama ini bekerja sebagai sopir truck Cargo Ciater di Tangerang Selatan itu.

Dari dalam rumah, ibu korban, Nuraini yang sudah berumur 60 tahun lebih tak kuasa menahan tangis.

Ia tak menyangka anaknya kembali ke kampung halaman disaat bulan ramadhan dan akan menyambut Idul Fitri 1441 H dalam keadaan tak tak bernyawa.

Sang ibu mengaku mengetahui anaknya menjadi korban amuk massa dari adik korban, Saiful.

Saiful mengabari ibunya setelah mengetahui abangnya menjadi korban amuk massa setelah beredar video di media sosial.

Saiful memastikan informasi itu kepada kakak Iparnya Irawati. Sehingga ia lalu mengabarkan kepada ibunya.

Sang ibu dengan hati pilu hanya menitipkan pesan, agar ia bisa melihat anaknya untuk terakhir kali.

“Ibunya meminta agar sebelum dishalatkan dibawa masuk dulu ke dalam rumah,” kata seorang warga Teupin Gajah.

Nuraini sudah lama lima tahun tidak melihat wajah anaknya.

Itulah pesan terakhir sang ibu yang ingin mengecup buah hatinya untuk terakhir kali. 

Dari informasi yang diterima, almarhum sekitar pukul 09.30 WIB sudah dimakamkan di pemakaman umum di gampong tersebut. |syafrul |

Sponsored:
Loading...
Loading...