Breaking News

Bank Aceh

Putra Kelahiran Pidie Dilantik jadi Bupati Bireuen

Putra Kelahiran Pidie Dilantik jadi Bupati Bireuen

Bireuen, BERITAMERDEKA.net – Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Aceh Ir Nova Iriansyah, MT melantik Dr.H.Muzakkar A Gani SH MSi, putra kelahiran Kabupaten Pidie, sebagai Bupati Bireuen untuk sisa masa jabatan tahun 2017-2022, dalam Rapat Paripurna Dewan Permusyawaran Rakyat Kabupaten (DPRK) di Gedung DPRK Bireuen, Kamis, 18 Juni 2020.

Dr.H.Muzakkar A Gani SH MSi menggantikan Almarhum H Saifannur yang meninggal dunia awal tahun lalu, 19 Januari 2020.

 Muzakkar A. Gani, S.H., M.Si. (lahir di Meunasah Krueng Dhoe, Kembang Tanjong, Pidie, Aceh, 7 Desember 1959; umur 60 tahun). Merupakan putra salah seorang tokoh di Pidie, yang sering dipanggil Ayah Gani.

Sementara riwayat pendidikan Muzakkar adalah ;

MIN Ie Leubeue Tanjong Pidie (1967—1973), SMPN Beureunuen (1973—1976), SMAN Lhokseumawe (1976—1980), Sarjana Muda Hukum, Fakultas Hukum Unsyiah (1980—1984),
Sarjana Hukum Perdata Fakultas Hukum Unsyiah (1984—1987), Magister / Administrasi Negara (S2) Pasca Sarjana Universitas Brawijaya (1998—1999), dan Program Doktor / Ilmu Sosial (S3) Pasca Sarjana Universitas Merdeka Malang (2011—2014).

Nova Iriansyah dalam pidatonya berpesan, agar Muzakkar harus mampu menciptakan harmonisasi di lingkungan pemerintahan dengan menerapkan prinsip tata kelola yang bersih, transparan dan akuntabel.

Nova juga mengingatkan pentingnya memperkuat kerja sama dengan legislatif, tokoh agama, dan tokoh masyarakat agar dukungan bagi pembangunan lebih lancar.

Nova minta Muzakkar untuk terus menjaga dan meningkatkan komunikasi dan kerjasama dengan Pemerintah Aceh agar dapat merancang dan mensinergikan pembangunan secara bersama sesuai dengan Visi dan Misi Pemerintah Aceh, seperti yang terdapat dalam RPJM Aceh 2017-2022 yang memuat program-program prioritas.

Pembangunan yang dimaksud, lanjut Nova, tidak hanya bidang Ekonomi, Infrastruktur, Pertanian dan sebagainya, tapi juga di bidang Kesehatan, termasuk kaitannya dengan penanganan wabah covid-19 yang marak belakangan ini.

Penyebaran virus tersebut bahkan telah merusak banyak sendi kehidupan masyarakat.

Karena itu ia berharap Kabupaten Bireuen bisa menjadi pemicu bangkitnya pembangunan itu, mengingat Bireuen relatif minim kasus penyebaran covid-19.

“Sampai hari ini, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Aceh melaporkan Bireuen masih nol kasus positif covid-19. Sehingga wilayah ini masuk dalam kategori yang siap menerapkan kebijakan tatanan kehidupan baru “Masyarakat Produktif dan Aman covid-19” di Aceh,” kata Nova.

Bupati Bireuen, Muzakkar A. Gani, usai pelantikan mengatakan, pihaknya bersama unsur Forkopimda terus berjuang agar Bireuen tidak terpapar penyakit Covid yang misterius tersebut.

Dalam mengantisipasi gejala penyebaran Covid-19, Pemkab Bireuen telah menginstruksikan seluruh masyarakat menjaga disiplin dan ikut berpartisipasi melalui karantina mandiri.

“Kita patut bersyukur sampai hari ini belum ada masyarakat yang terjangkit dan Bireuen masih masuk dalam daerah zona hijau.

Kita terus berupaya, berusaha dan berdoa semoga Allah menjauhkan pandemi covid-19 ini kepada masyarakat Bireuen dan masyarakat Aceh tercinta,” kata Muzakkar.

Pelantikan dirinya, lanjut Muzakkar, tak lebih dari proses seremoni sekaligus proses perenungan atas sebuah peristiwa yang Allah tunjukkan, yaitu meninggalnya H Saifannur saat tengah memangku jabatannya sebagai Bupati Bireuen.

Usai dilantik sebagai pemimpin Bireuen pada tanggal 10 Agustus 2017, Saifannur kemudian meninggal dunia pada 19 januari 2020, hingga kemudian mengantarkan Muzakkar sebagai pengganti dari Saifannur untuk menjadi Bupati sisa jabatan tahun 2017-2020.| umar a pandrah |

Sponsored:
Loading...